BAPERSIPIL Dukung Pemerintahan Prabowo Tangani Bencana, Tegaskan Kemanusiaan Tak Boleh Dipolitisasi

Pernyataan Sikap BAPERSIPIL Mendukung Pemerintah dalam Penanganan Bencana Nasional. Foto: Istimewa.
Pernyataan Sikap BAPERSIPIL Mendukung Pemerintah dalam Penanganan Bencana Nasional. Foto: Istimewa.

Harnas.id, BOGOR – Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL) menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam upaya penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sikap tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang dirilis di Bogor, Selasa (6/1/2026).

Penggagas BAPERSIPIL, Ade Adriansyah, menegaskan bahwa bencana merupakan ujian solidaritas nasional yang seharusnya menyatukan seluruh elemen bangsa, bukan dimanfaatkan sebagai alat kepentingan politik jangka pendek. Ia menilai, eksploitasi penderitaan masyarakat demi elektabilitas merupakan tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan.

“Musibah ini adalah duka bangsa, bukan panggung elektabilitas. Sangat memprihatinkan jika masih ada pihak yang sibuk menempelkan label politik di atas penderitaan rakyat,” kata Ade Adriansyah.

BAPERSIPIL mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk pimpinan organisasi sosial dan politik, untuk menjaga kemurnian aksi kemanusiaan. Organisasi ini juga menyatakan kesiapan berada di garda terdepan dalam mendukung langkah-langkah penanganan bencana sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara.

Dalam pernyataannya, BAPERSIPIL turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, tim SAR, serta para relawan yang terlibat langsung di lapangan. Mereka dinilai telah mengorbankan tenaga, waktu, bahkan keselamatan demi menyelamatkan sesama.

“Jangan bebani kerja keras mereka dengan kegaduhan politik yang tidak perlu. Mereka adalah manusia yang memiliki batas lelah dan keluarga yang menanti,” tegas Ade.

Lebih lanjut, BAPERSIPIL menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus sepenuhnya bersih dari atribut, simbol, maupun pesan politik praktis yang berpotensi memecah belah masyarakat. Organisasi ini juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang sengaja memprovokasi situasi di tengah suasana duka nasional.

“Berhentilah menciptakan kegaduhan. Jika provokasi terus dipaksakan, tentu ada konsekuensi sosial dan hukum yang harus dihadapi,” ujarnya.

BAPERSIPIL juga mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap penyebaran hoaks dan narasi menyesatkan yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Masyarakat diimbau tetap kritis terhadap setiap aksi kemanusiaan yang memiliki agenda politik terselubung.

Pada kesempatan yang sama, Pengurus BAPERSIPIL Mustafa Khaidir mengumumkan sejumlah agenda strategis menuju Deklarasi Nasional 2026, hasil konsolidasi organisasi di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor.

Agenda tersebut mencakup diskusi publik bertajuk Diskusi Tanpa Baper di Kabupaten Bogor, roadshow nasional untuk memperkuat basis gerakan sipil, serta dialog reformasi dan supremasi sipil. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Kemah Kebangsaan dan Ikrar Persatuan Indonesia yang mengusung semangat gotong royong sebagai solusi utama persoalan kebangsaan.

“Jangan jadikan air mata rakyat sebagai anak tangga kekuasaan. Biarkan kemanusiaan yang menang,” tegas Mustafa.

BAPERSIPIL menegaskan sikapnya mendukung Presiden Prabowo Subianto dari berbagai upaya politisasi bencana.

“BAPERSIPIL pasang badan untuk Presiden Prabowo. Siapa pun yang mempolitisasi bencana dan menyebarkan hoaks negatif adalah ancaman bagi persatuan bangsa,” demikian pernyataan organisasi tersebut.

Editor: IJS