
Harnas.id, BOGOR – Persiapan Kontingen Kota Bogor menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat terus dimatangkan. Hingga awal Maret 2026, sebanyak 750 atlet dipastikan telah lolos verifikasi kesehatan dan dinyatakan siap bertanding.
Kepastian tersebut muncul setelah jajaran pengurus kontingen menggelar rapat koordinasi untuk memfinalisasi kesiapan teknis dan administrasi atlet yang akan mewakili Kota Bogor pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ketua Kontingen Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan rapat yang digelar difokuskan pada sinkronisasi data atlet pasca pemeriksaan medis serta pembagian tugas tim pendamping selama pelaksanaan pertandingan.
“Alhamdulillah, 750 atlet sudah terverifikasi dan siap untuk ikut Porprov. Hari ini kami rapat pengurus untuk memastikan berbagai dokumen, persyaratan, dan kesiapan,” kata Jenal Mutaqin usai rapat persiapan, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, aspek pendanaan juga menjadi perhatian penting agar seluruh atlet yang telah lolos verifikasi dapat diberangkatkan tanpa kendala.
“Kami berharap anggaran mencukupi sehingga seluruh peserta yang lolos verifikasi ini bisa berangkat secara maksimal,” ujarnya.
Selain kesiapan atlet, kontingen juga menyiapkan sistem pendampingan yang terstruktur. Hal ini penting mengingat lokasi pertandingan Porprov tersebar di sejumlah daerah di Jawa Barat.
Wilayah utama penyelenggaraan berada di Bogor, Depok, dan Bekasi, sementara beberapa cabang olahraga akan digelar di daerah penunjang seperti Cimahi, Bandung, hingga Majalengka.
Untuk memastikan kebutuhan atlet tetap terpenuhi selama pertandingan, kontingen Kota Bogor menyiapkan tim ofisial yang bertugas mendampingi atlet di berbagai bidang.
“Ada tim sebanyak 90 orang yang kami bagi tugasnya di setiap bidang untuk mengawal 750 atlet. Mereka bertugas memastikan kebutuhan vitamin, fasilitas, hingga kesiapan fisik atlet terjaga hingga hari pertandingan,” jelas Jenal.
Dengan komposisi tersebut, pihaknya berharap proses pendampingan atlet dapat berjalan lebih optimal sehingga para atlet bisa fokus pada performa di arena pertandingan.
Optimisme pun mulai dibangun oleh kontingen Kota Bogor. Target yang dipasang terbilang cukup tinggi untuk mengamankan posisi papan atas dalam klasemen perolehan medali.
“Target kami tetap 100 medali emas plus. Insyaallah, itu menjadi ikhtiar kami bersama seluruh cabang olahraga,” tegasnya.
Selain membahas kesiapan atlet, Jenal juga menyinggung posisi Kota Bogor yang turut berperan sebagai salah satu tuan rumah dalam penyelenggaraan Porprov Jawa Barat.
Di wilayah Kota Bogor sendiri diperkirakan akan digelar sekitar 20 hingga 25 cabang olahraga yang tersebar di beberapa lokasi pertandingan.
Salah satu kawasan yang menjadi pusat pertandingan adalah Bogor Selatan, tepatnya di kawasan Green Forest, yang direncanakan menjadi venue bagi delapan cabang olahraga sekaligus.
Sementara itu, beberapa cabang olahraga lainnya akan digelar di GOR Pajajaran, kawasan pendidikan vokasi, serta sejumlah lokasi lain yang telah disiapkan oleh panitia.
Meski demikian, Jenal menegaskan bahwa pengelolaan teknis penyelenggaraan sebagai tuan rumah sepenuhnya berada di bawah koordinasi Panitia Besar (PB) Porprov.
“Khusus untuk teknis tuan rumah itu dikelola oleh Panitia Besar yang dipimpin langsung oleh Pak Wali dan Pak Sekda,” ujarnya.
Meski fokus utama kontingen saat ini adalah persiapan atlet, ia berharap Kota Bogor mampu memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Namun kami berharap Kota Bogor bisa memberikan kesan terbaik dan tidak mengecewakan bagi para atlet se-Jawa Barat yang datang ke sini,” tambahnya.
Sementara itu, informasi lebih detail mengenai jadwal pertandingan di setiap nomor cabang olahraga rencananya akan dibahas pada agenda Chief de Mission (CDM) Meeting kedua.
Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung antara Mei hingga Juni 2026, yang akan menjadi forum penting untuk memfinalisasi teknis pertandingan Porprov Jawa Barat.
Editor: IJS










