ASEAN Para Games 2025 Thailand Tegaskan Semangat Kesetaraan Atlet Disabilitas

Logo ASEAN Para Games 2025. Foto: HO-APG 2025.
Logo ASEAN Para Games 2025. Foto: HO-APG 2025.

Harnas.id, NAKHON RATCHASIMA – Thailand resmi menjadi tuan rumah ASEAN Para Games (APG) 2025, ajang olahraga multicabang bagi atlet penyandang disabilitas se-Asia Tenggara yang menekankan nilai kesetaraan, inklusivitas, dan kebanggaan bersama.

Pesta olahraga dua tahunan edisi ke-13 ini digelar setelah SEA Games dan diikuti oleh atlet dari 11 negara anggota ASEAN. ASEAN Para Games 2025 digelar pada 20-26 Januari 2026 berada di bawah naungan ASEAN Para Sports Federation (APSF), dengan Thailand bertindak sebagai penyelenggara sesuai ketentuan federasi.

Dalam penyelenggaraan kali ini, Thailand mengusung motto “Create Pride Together” yang merepresentasikan semangat persatuan seluruh atlet, ofisial, serta masyarakat Asia Tenggara melalui olahraga disabilitas.

Konsep kebersamaan tersebut juga tercermin dalam identitas visual APG 2025. Logo resmi dirancang dari perpaduan unsur lapangan olahraga dan kerangka seni tradisional Thailand, melambangkan struktur, disiplin, serta penghormatan terhadap aturan dalam kompetisi.

ASEAN Para Games 2025 tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan olahraga di kawasan Asia Tenggara.

Upacara pembukaan digelar di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa malam, dan diisi dengan rangkaian pertunjukan budaya, parade atlet, pelatih, ofisial, serta perwakilan National Paralympic Committee (NPC) dari seluruh negara peserta.

Pada edisi kali ini, para atlet akan memperebutkan 493 medali emas dari 19 cabang olahraga, di antaranya para atletik, para renang, para tenis meja, hingga rugbi kursi roda.

Sementara itu, kontingen Indonesia tercatat mengikuti 18 cabang olahraga yang dipertandingkan, tanpa menurunkan atlet pada nomor rugbi kursi roda.

Melalui ASEAN Para Games 2025, kawasan Asia Tenggara diharapkan semakin memperkuat komitmen terhadap olahraga yang inklusif serta menjadikan prestasi atlet disabilitas sebagai sumber kebanggaan bersama.

Editor: IJS