Pesan Purnawirawan di Munas PP Polri: Loyalitas dan Reformasi Jalan Bersama

Wakapolri dan Ketua Umum PP Polri saat menghadiri Munas VI PP Polri 2026. Foto: Polri.
Wakapolri dan Ketua Umum PP Polri saat menghadiri Munas VI PP Polri 2026. Foto: Polri.

Harnas.id, JAKARTA — Persatuan Purnawirawan (PP) Polri menegaskan komitmennya untuk tetap sejalan dan tegak lurus dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sikap ini ditegaskan Ketua Umum PP Polri, Jenderal Pol (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M., dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) VI PP Polri Tahun 2026.

Menurut Bambang, loyalitas purnawirawan tidak berhenti saat masa dinas berakhir. Ia menekankan bahwa menjaga marwah dan kehormatan Korps Bhayangkara merupakan tanggung jawab moral yang terus melekat di mata publik.

Dalam arahannya, Bambang juga menyampaikan instruksi tegas kepada seluruh anggota PP Polri. Ia meminta para purnawirawan untuk tidak melakukan tindakan, pernyataan, maupun aktivitas yang berpotensi mencederai nama baik institusi kepolisian.

“Purnawirawan harus menjadi teladan. Jangan sampai ada sikap atau tindakan yang justru melukai kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegas Bambang di hadapan peserta Munas.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyoroti posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, kedudukan tersebut memiliki arti strategis dalam mendorong efektivitas reformasi kelembagaan.

Hal itu disampaikan Wakapolri saat memberikan sambutan dalam Munas VI PP Polri yang turut dihadiri para mantan Wakapolri, tokoh senior Polri, serta pimpinan organisasi purnawirawan TNI–Polri. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi arah institusi ke depan.

Wakapolri menyebut dukungan dari Ketua Umum PP Polri terhadap penguatan posisi Polri di bawah Presiden menjadi modal penting bagi keberlanjutan transformasi. Dukungan tersebut, kata dia, memberikan energi dan legitimasi moral bagi seluruh jajaran kepolisian.

“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi strategis dalam memperkuat reformasi kelembagaan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, humanis, dan berkeadilan,” ujar Wakapolri.

Lebih lanjut, Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam menindaklanjuti arahan Presiden melalui transformasi struktural, kultural, dan instrumental. Transformasi ini diarahkan untuk membangun Polri yang modern, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat.

“Transformasi Polri bukan sekadar pembaruan sistem. Ini menyangkut perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak seluruh personel, agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Wakapolri juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri aktif, purnawirawan, akademisi, serta elemen bangsa lainnya. Menurutnya, keberlanjutan transformasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan lintas generasi dan pemangku kepentingan.

Melalui momentum Munas VI PP Polri, Wakapolri berharap semangat pengabdian, kebersamaan, dan loyalitas terhadap bangsa dan negara terus terjaga. Ia optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, Polri mampu menghadirkan perubahan nyata sejalan dengan visi Transformasi Polri menuju Polri Presisi.

Editor: IJS