Harnas.id, BOGOR – IPB University kembali mencatatkan capaian di level nasional. Sebanyak 12 inovator dari kampus tersebut masuk dalam daftar 117 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025 yang diselenggarakan oleh Business Innovation Center(BIC).
Program 117 Inovasi Indonesia merupakan agenda tahunan BIC untuk menjaring karya inovasi unggulan lintas sektor. Inovasi yang terpilih dinilai memiliki kesiapan implementasi, peluang komersialisasi, serta kontribusi nyata terhadap kebutuhan nasional.
Rektor IPB University, Dr Alim Setiawan Slamet, menyampaikan apresiasi atas pencapaian para inovator tersebut. Menurutnya, pengakuan ini menjadi indikator bahwa riset yang dikembangkan sivitas akademika IPB semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian ini. Terpilihnya 12 inovator IPB University menunjukkan bahwa inovasi yang kami kembangkan semakin diakui dan memiliki prospek yang kuat untuk diterapkan di masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hilirisasi riset menjadi fokus utama IPB. Hasil penelitian, kata dia, tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus bergerak menuju penerapan dan memberi nilai tambah ekonomi maupun sosial.
“Kami berharap inovasi-inovasi ini dapat terus dikembangkan, diperkuat kolaborasinya dengan industri, serta memberikan manfaat luas bagi bangsa,” katanya.
Dr Alim juga menyoroti pentingnya inovasi dalam menentukan daya saing bangsa. Menurutnya, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh konsistensi dalam membangun ekosistem inovasi yang berintegritas.
“Inovasi harus melahirkan kepercayaan, membangun kolaborasi, dan pada akhirnya memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dari sinilah gerakan inovasi akan tumbuh semakin masif dan menciptakan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Adapun 12 inovator IPB yang masuk daftar 117 Inovasi Indonesia 2025 meliputi beragam bidang, mulai dari pangan fungsional, kesehatan, lingkungan, hingga teknologi industri rakyat. Beberapa di antaranya menghadirkan solusi alternatif berbasis sumber daya lokal seperti talas, pandan, hingga kacang-kacangan.
Inovasi lain menyoroti isu strategis seperti pemantauan kebakaran hutan, pengolahan limbah, rehabilitasi lahan tambang, serta pengembangan komposit kayu ramah lingkungan. Spektrum inovasi tersebut menunjukkan pendekatan multidisipliner yang menjadi kekuatan IPB dalam mendorong solusi berbasis sains terapan.
Capaian ini sekaligus mempertegas posisi IPB sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam riset, tetapi juga konsisten mengawal proses hilirisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut benar-benar terserap industri dan memberi dampak terukur bagi masyarakat.
Adapun 12 inovator IPB University yang masuk dalam daftar 117 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2025 adalah:
Prof Dr Ir Ahmad Sulaeman, MS – Ada Budi Ada Balas, Ada Mie dari Talas
Prof Dr Ir Kudang Boro Seminar, MSc – Pilih Menu Secara Cerdas dan Presisi
Prof Dr Imas Sukaesih Sitanggang SSi, MKom – Pantau Kebakaran Hutan Tanpa Jeda
Prof Dr Mega Safithri SSi, MSi – Si Jaka Siap Oper Urusan Sakit Gula
Dr Berry Juliandi SSi, MSi / Meyla Suhendra – Solusi Sakit Gula dari Hutan Rimba
Prof Dr Ir Khaswar Syamsu, MSc – Pandan Wangi Penyehat Rambut
Prof Dr Ir Ahmad Sulaeman, MS / Yusma Indah – Tetap Manis Tetap Sehat Tetap Manfaat
Dr Ir Rita Kartika Sari, MSi – Komposit Kayu Aman Nan Ramah Lingkungan
Dr Dwi Setyaningsih STP, MSi – Menjadi Cantik Alami Berkat Kacang
Dr Dra Nisa Rachmania, MSi – Kolaborasi Jasad Renik Hijaukan Lahan Tambang
Prof Dr Ir Suprihatin – Olah Limbah Tak Usah Nambah Masalah
Dr Tjahja Muhandri STP, MT – Makanan Berkualitas Pabrik Cara Rakyat
Editor: IJS






