Membaca Langkah Strategis Indonesia Dalam Perluasan Potensi Perkembangan Ekonomi Melalui Keanggotaan BRICS

BRICS Brasil 2025.

Harnas.id, BOGOR – Perkembangan geopolitik yang semakin pesat terutama di Indonesia yang salah satunya ditandai dengan bergabungnya Indonesia ke dalam organisasi antarpemerintah yaitu BRICS, organisasi yang terdiri dari 5 negara yaitu Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Indonesia resmi bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025 yang menjadi terobosan baru dari dinamika geopolitik dan juga potensi gejolak ekonomi.

Bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS dapat dibaca potensi manfaat strategisnya dalam bentuk hubungan dengan anggota negara lain dan juga perdagangan dan perluasan pasar. Terlebih lagi organisasi ini muncul sebagai kekuatan utama dalam lanskap geopolitik dan ekonomi global, bersama dengan negara-negara berkembang lainnya BRICS mengadvokasi pergeseran menuju tatanan dunia yang lebih adil dan lebih multipolar.

Secara keseluruhan BRICS dengan aktif bekerja untuk membangun sistem global yang lebih seimbang melalui berbagai platform kolaboratif, termasuk inisiatif pemberdayaan pemuda dan komitmen yang kuat terhadap multilateralisme terutama dalam memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan untuk meningkatkan pengaruh koletifnya. Kemudian, pada dasarnya pula BRICS memiliki tujuan utama yaitu meningkatkan kerja sama ekonomi dan politik diantara negara-negara anggotanya, serta untuk menyeimbangkan pengaruh organisasi dunia yang didominasi oleh negara-negara barat seperti International Monetary Fund (IMF).

Saat ini, BRICS mewakili sekitar 40% populasi dunia, menyumbang 25% terhadap PDB global, dan menyumbang 17% perdagangan internasional. Dengan ini pula, dapat dianggap bahwasannya Indonesia dapat menaganggap BRICS sebagai suatu wadah untuk memastikan negara-negara berkembang dapat didengar dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan global.

Oleh karena itu, keputusan Indonesia untuk bergabung ke dalam BRICS ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kolaborasi dan capaian potensi ekonomi bagi negara berkembang dalam memajukan prinsip-prinsip tentang kesataraan dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam hal ini pula, serupa dengan yang diungkapkan oleh Rudolf Kjellen yang mana ia mengartikan negara sebagai “organisme” yang hidup, ia juga menganggap bahwa negara sebagai suatu politik yang tidak hanya hidup secara biologis tapi juga memiliki kemampuan berpikir dan sistem politik yang kompleks. Rudolf juga mengungkapkan bagaimana ekonomi negara menjadi salah satu dari elemen mendasar sebagai kekuatan yang mengorganisasikan keberadaan negara yang mana diartikan secara spesifik yakni kemampuan bertahan melalui fungsi memnuhi kebutuhan populasi (autarhiopolitik), hubungan perdangan eksternal (the emporopolitics), kehidupan ekonomi (the economopolitics). Selain itu Rudolf juga menekankan bagaimana negara harus mampu mempertahankan dan mengembangkan dirinya dengan melakukan ekspansi.

Maka, bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS menjadi salah satu langkah dalam memperluas ruang negara seperti yang dikatakan Rudolf, dimana keputusan ini dibuat dengan berdsar kepada tujuan pengembangan nasional negara terlebih dalam konteks ekonomi yang mana menjadisuatu alternatif bagaina perluasan negara sebagai organisme yang hidup. Hal serupa pula bisa dijelaskan terkait bagaimana teori ekspansi berperan dalam keputusan ini, terutama dalam sudut pandang geopolitik yang mana diartikan bahwa teori ini menilai negara berperan seperti organisme yang tumbuh dan berkembang serta harus memperjuangkan ruang hidupnya atau wilayah yang sesuai dengan kebutuhan negara tersebut.

Saat nantinya ruang hidup sudah tidak sesuai, negara bisa mengubah batas-batas wilayahnya dengan cara damai atau dengan perang. Oleh karena itu, jika ruang hidup yang ada terbatas entah itu dalam konteks wilayah atau suatu aspek kepentingan negara lainnya, negara akan berusaha memperluas wilayahnya agar mampu mempertahankan kelangsungan hidup dan mengoptimalkan potensi sumber daya serta kekuatan politiknya. Maka, ekspansi menjadi bagian penting dari strategi geopolitik untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi suatu negara di panggung dunia.

Teori ekspansi pula menyatakan bahwasannya negara harus mengembangkan wilayahnya untuk mempertahankan keberlangsungan dan kekuasaannya dengan cara memperluas ruang hidup yang lebih besar melalui berbagai metode, termasuk militer dan politik. Jika dilihat dalam sudut pandang ini maka semakin diperkuat bahwa keanggotaan Indonesia ke dalam.

BRICS merupakan suatu upaya dalam memperluas suatu potensi perkembangan ekonomi di Indonesia, yang mana langkah strategis ini merupakan suatu langkah ekspansi terhadap bagaimana suatu negara perlu mengembangkan dirinya untuk menghasilkan suatu capaian yang lebih baik bagi negaranya sendiri entah dalam bentuk cara politik apapun.

Berdasarkan hal di atas, dengan kaitan teori yang dipakai maka dapat dilihat bahwasannya keputusan yang diambil Indonesia untuk bergabung dengan BRICS merupakan suatu strategis negara untuk memperluas kekuatannya dalam memperluaskan pengaruh politik demi keberlangusng perluasna potensi ekonomi Indonesia. Karena pada hakikatnya dengan memulai hubungan internasional dan memperluar jaringan forum internasional melalui BRICS dapat memperluas perdagangan dan pasar yang mana itu sendiri dapat membuka potensi perluasan ekonomi.

Maka, bergabungnya Indonesia menjadi suatu kepentingan dari bagaimana negara dapat memperluas kesempatannya untuk mengambil suatu capaian yang lebih baik terutama dalam konteks ini yaitu menumbuhkan lebih banyak potensi ekonomi dengan terus meningkatkan kerjasama hubungan ekspansi yaitu salah satunya dengan organisasi BRICS.

Itulah mengapa perluasan perkembangan ekonomi menjadi salah stau tujuan dari bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, salah satu instrumen nyata yang dapat dimanafaatkan Indonesia adalah New Development Bank (NDB) bank pembangunan milik BRICS yang mana pad atahun 2024 telah menyalurkan lebih dari US$ 32 miliar untuk proyek-proyek infrastuktur, energi, dan pembangunan berkelanjutan di negara anggotanya.

Kemudian, dalam segi pemanfaatan peluang kerjasama yang mana Indonesia juga memanfaatkan posisi strategis ini sebagai langkah untuk menarik investasi dari Global South. Jadi dapat dikatakan bahwasannya perluasan potensi ekonomi menjadi salah satu langkah strategis dalam keanggotaan Indonesia, dengan segala peluang dari berkembangnya BRICS dapat dengan perlahan membawa potensi perkembangan ekonomi yang signifikan di Indonesia.

Namun sejatinya, keputusan bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS yang merupakan langkah penting in perlu diiringi dengan konsistensi dan penguatan visi misi dan kontribusi nyata yang dijalankan oleh Indonesia sendiri. Perlu diperkuatnya inovasi teknologi, reformasi birokrasi yang mana ini menjadi proses memperkuatnya sinergi antar stakeholder dalam pemerintahan yang menjadi kunci dari keberhasilan babak baru ini. Karena pada dasarnya keangggotaan ini perlu dikelola dan dipantau secara cermat agar segala manfaat dan keuntungan dapat mendatangkan output yang konkret.

Dengan berjalannya hubungan kerjasama secara harmonis dan memaksimalkan hubungan dengan negara-negara BRICS lain dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang efektif, maka BRICS dapat menjadi wadah penting bagi loncatan ekonomi Indonesia. Maka dari itu, konsistensi dan pengawasan visi misi dan tujuan perlu dilakukan secara intens dan meluas agar suatu capaian dari perluasan potensi perkembangan ekonomi melalui hubungan kerjasama geopolitik ini dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Penulis: Dista Chandra Kirana