
Harnas.id, BOGOR — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menghadiri kuliah umum bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dan civitas akademika dengan mengangkat tema “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, dan Berdampak”.
Dalam sambutannya, Denny mengapresiasi UIKA Bogor yang konsisten mengangkat isu pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, tema kuliah umum tersebut relevan dengan tantangan zaman sekaligus selaras dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi pendidikan di UIKA.
Denny menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata diukur dari kecerdasan intelektual dan penguasaan teknologi. Dalam perspektif Islam, kualitas adab dan akhlak menjadi faktor penentu dalam membentuk peradaban yang berkelanjutan.
Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menegaskan misi kenabian untuk menyempurnakan akhlak mulia. Pesan tersebut, kata Denny, menjadi pengingat bahwa ilmu, kompetensi, dan kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, adab dinilai berfungsi sebagai benteng moral. Tanpa adab, kebebasan berekspresi dan akses ilmu justru berpotensi melahirkan kesombongan, ujaran kebencian, hingga polarisasi sosial.
Denny memaparkan, generasi beradab adalah mereka yang memahami adab sebelum ilmu. Mulai dari adab kepada Allah SWT, orang tua, guru, hingga adab dalam bertutur kata dan menyikapi perbedaan di ruang publik.
Sementara itu, generasi kompeten digambarkan sebagai individu yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan terus mengasah kemampuan diri. Ia menegaskan bahwa Islam memuliakan orang berilmu, sebagaimana firman Allah SWT tentang pengangkatan derajat bagi mereka yang beriman dan berpengetahuan.
Kepada mahasiswa UIKA, Denny mengingatkan pentingnya etos belajar, disiplin, kerja keras, serta semangat menjadi unggul di bidang masing-masing. Seluruh proses tersebut, menurutnya, harus dilandasi akhlak yang baik agar ilmu yang dimiliki memberi manfaat luas.
Ia juga menyoroti peran akhlak sebagai fondasi lahirnya nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan integritas. Nilai-nilai tersebut dinilai krusial dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, hingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Di akhir sambutan, Denny menyebut UIKA Bogor memiliki posisi strategis dalam mencetak intelektual muslim yang unggul secara akademik sekaligus kokoh secara moral dan spiritual. Pemkot Bogor menaruh harapan agar mahasiswa UIKA tampil sebagai agen perubahan yang membawa nilai keadaban dan keadilan.
Ia pun menutup pesannya dengan ajakan agar generasi muda menghadirkan ilmu yang bermanfaat, tutur kata yang terjaga, serta sikap santun yang memberi maslahat bagi masyarakat luas.
Editor: IJS










