
Harnas.id, ACEH UTARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Utara berjalan terstruktur dan ditangani oleh unsur yang memiliki kompetensi teknis sesuai bidangnya. Pendekatan lintas sektor menjadi kunci agar rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya memulihkan kondisi, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah ke depan.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meninjau langsung sejumlah titik terdampak pada Kamis (29/1). Peninjauan dilakukan untuk memastikan keputusan teknis diambil berdasarkan kondisi riil di lapangan, bukan semata laporan administratif.
Dalam kunjungan tersebut, Suharyanto menyusuri wilayah terdampak menggunakan motor trail. Cara ini dipilih untuk menjangkau area yang sulit dilalui sekaligus melihat langsung tingkat kerusakan infrastruktur dan lingkungan.
Salah satu perhatian utama diarahkan pada pembangunan kembali jembatan gantung di Desa Sawang. Jembatan ini sebelumnya terputus akibat meningkatnya debit air sungai saat bencana, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
BNPB menegaskan pembangunan jembatan tidak sekadar mengembalikan fungsi penghubung antarpermukiman. Desain konstruksi diarahkan agar lebih adaptif terhadap risiko banjir dan arus deras, sehingga mampu bertahan dalam jangka panjang.
Rangkaian peninjauan berlanjut ke Desa Tumpok Blang dan Desa Babah Krueng. Kedua wilayah tersebut terdampak endapan lumpur dan sedimentasi yang berpotensi menimbulkan masalah lanjutan jika tidak dikelola secara tepat.
Kepala BNPB menekankan pentingnya pengelolaan material sisa bencana secara terencana. Penanganan sedimentasi dinilai krusial untuk menjaga alur sungai tetap berfungsi dan mencegah potensi banjir susulan.
Selain infrastruktur, perhatian serius juga diberikan pada pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak. Penempatan huntara diarahkan agar mengikuti tata ruang berbasis risiko bencana dan tidak kembali berada di zona rawan.
BNPB menargetkan pembangunan hunian sementara dapat diselesaikan sebelum Ramadan. Target ini dinilai penting agar masyarakat dapat menjalani aktivitas dan ibadah dengan rasa aman.
“Prosesnya sudah terarah dan semakin baik. Saya minta agar huntara ini dapat selesai sebelum bulan ramadan tahun ini,” ujar Suharyanto.
Di Desa Paya Rabo Lhok, kondisi hunian sementara dipastikan aman dan mendukung kebutuhan dasar warga. Akses air bersih serta sanitasi menjadi bagian dari perhatian dalam pemulihan sektor hunian.
Kunjungan Kepala BNPB ini menegaskan kehadiran negara dalam proses pemulihan pascabencana. Pemerintah tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.
Pendekatan tersebut memperlihatkan pemulihan pascabencana sebagai proses menyeluruh. Tidak hanya membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan dengan masyarakat sebagai pusat pemulihan.
Editor: IJS










