
Harnas.id, SURABAYA — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menetapkan Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) periode 2026–2031. Penetapan dilakukan melalui sidang pleno MWA ITS yang digelar secara hybrid di Gedung Rektorat ITS, Jumat (30/1/2026) malam.
Pemilihan tersebut berlangsung seiring berakhirnya masa bakti MWA ITS periode 2021–2026. Proses penentuan ketua dilakukan melalui mekanisme voting oleh seluruh anggota MWA dalam forum resmi pleno.
Ketua MWA ITS periode sebelumnya, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA, menjelaskan bahwa Priyo Suprobo memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara. Menurutnya, proses pemilihan telah berjalan sesuai prinsip tata kelola perguruan tinggi yang demokratis dan transparan.
“Penetapan Ketua MWA ini merupakan hasil musyawarah dan voting anggota. Prosesnya mencerminkan prinsip demokrasi dalam pengelolaan ITS,” ujar Mohammad Nuh.
Dalam kesempatan tersebut, Nuh juga menitipkan pesan kepada Ketua MWA terpilih agar menjaga keharmonisan tiga pilar utama ITS, yakni Rektorat, Senat Akademik, dan MWA. Ia menilai kekompakan antarlembaga menjadi kunci keberlanjutan institusi.
“Kerukunan dan kekompakan ketiga organ ini harus terus dijaga agar roda organisasi berjalan seimbang,” pesannya.
Menanggapi amanah tersebut, Priyo Suprobo menyatakan kesiapannya menjalankan tugas sebagai Ketua MWA ITS periode 2026–2031. Ia menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi yang solid antarpilar demi kemajuan institusi.
“Kami akan memastikan koordinasi dan kerja sama antarorgan berjalan selaras dan saling mendukung,” tegas Priyo Suprobo.
Guru Besar Teknik Sipil ITS yang akrab disapa Probo ini mengungkapkan, fokus awal kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan fasilitas nonakademik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dosen maupun tenaga kependidikan. Menurutnya, kedua aspek tersebut saling berkaitan dalam menopang pengembangan kampus secara berkelanjutan.
“Penguatan fasilitas dan peningkatan kualitas SDM adalah fondasi penting bagi keberlanjutan pengembangan ITS,” ujarnya.
Sejalan dengan hal itu, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyatakan komitmen institusinya dalam meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan. Ia menilai penguatan SDM menjadi faktor kunci bagi ITS sebagai perguruan tinggi berbasis riset dan inovasi.
“Peningkatan kapasitas SDM berdampak langsung pada mutu pendidikan dan riset di ITS,” kata Bambang.
Ia menambahkan, penguatan tersebut saat ini difokuskan pada peningkatan kompetensi kepemimpinan dan tata kelola melalui berbagai program pelatihan manajerial. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi seluruh organ kampus.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Brian Yuliarto yang hadir secara daring sebagai anggota ex officio MWA ITS menegaskan peran strategis MWA dalam menentukan arah kebijakan perguruan tinggi. Ia menyebut MWA memiliki posisi penting dalam menjaga kesinambungan pengembangan institusi.
“Keberadaan MWA sangat menentukan arah dan progresivitas perguruan tinggi dalam jangka panjang,” ujar Brian Yuliarto.
MWA ITS periode 2026–2031 beranggotakan 17 orang yang terdiri atas unsur ex officio, wakil masyarakat, dosen, alumni, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Salah satu wakil masyarakat dalam MWA ITS adalah Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP.
Pelaksanaan sidang pleno MWA ITS ini juga mencerminkan komitmen ITS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin pendidikan berkualitas dan penguatan kelembagaan. Priyo Suprobo berharap ITS terus berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional maupun global.
Editor: IJS






