Harnas.id, MANCHESTER – Momen berbeda terjadi di Old Trafford saat Ramadan tahun ini. Untuk pertama kalinya, azan berkumandang di stadion yang menjadi markas Manchester United tersebut.
Peristiwa ini dibagikan oleh komunitas suporter Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC). Sosok yang melantunkan azan adalah Ibrahim Idris, seorang qari asal Inggris.
Ibrahim berdiri di sisi Stretford End, tribun barat yang dikenal sebagai salah satu ikon stadion. Suara azan yang ia lantunkan terdengar menggema di dalam arena, menghadirkan suasana khidmat di markas klub berjuluk Setan Merah itu.
Usai azan, pihak klub menggelar acara buka puasa bersama komunitas MUMSC. Agenda tersebut menjadi kali kedua dilaksanakan di Old Trafford, setelah pertama kali digelar pada Ramadan tahun sebelumnya.
Kegiatan ini menjadi penanda keterbukaan klub terhadap keberagaman suporter. Dalam beberapa musim terakhir, Manchester United juga memiliki sejumlah pemain Muslim di skuadnya.
Di antaranya adalah Amad Diallo, Altay Bayindir, dan Noussair Mazraoui. Kehadiran mereka turut memperkaya latar belakang budaya dan agama di ruang ganti tim.
Tak hanya itu, pada awal 2025 lalu, klub juga menghadirkan ruang multi-agama di area parkir W2 yang terletak di belakang Stretford End. Fasilitas tersebut memungkinkan para penggemar Muslim untuk melaksanakan salat saat berada di stadion.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya klub membangun lingkungan yang inklusif. Old Trafford bukan sekadar arena pertandingan, tetapi juga ruang perjumpaan lintas identitas bagi para pendukungnya.
Ramadan kali ini pun mencatat sejarah kecil di Theatre of Dreams. Azan yang menggema menjadi simbol bahwa sepak bola dan keberagaman bisa berjalan berdampingan.
Editor: IJS







