Harnas.id, BANDUNG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program CSR BRI Peduli untuk memperkuat dukungan di sektor pendidikan. Lewat program “Ini Sekolahku”, BRI hadir langsung di SDN 104 Langensari, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan yang digelar pada 2 Mei ini tidak hanya bersifat seremonial. BRI Peduli menghadirkan aktivitas edukatif yang menyasar peningkatan kualitas belajar siswa, sekaligus memperkuat motivasi mereka di lingkungan sekolah.
Dalam program tersebut, Relawan BRI memberikan materi literasi keuangan dasar kepada para siswa. Materi ini mencakup pemahaman tentang fungsi uang, pentingnya menabung, hingga pengenalan kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini.
Selain edukasi, siswa juga mengikuti kelas inspirasi yang mengenalkan berbagai profesi. Kegiatan ini dirancang untuk membuka wawasan anak-anak terhadap dunia kerja sekaligus mendorong semangat belajar mereka.
BRI Peduli juga menyalurkan bantuan berupa fasilitas penunjang kegiatan belajar. Dua unit proyektor diberikan untuk mendukung proses pembelajaran di kelas, disertai pembagian alat tulis dan makanan ringan kepada siswa.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pendidikan nasional. Ia menilai kegiatan edukatif seperti ini mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi siswa.
“Kegiatan ‘Ini Sekolahku’ yang menghadirkan aktivitas edukatif dan inspiratif merupakan bentuk dukungan dan penguatan motivasi belajar siswa. Melalui kelas inspiratif dari Relawan BRI, siswa dapat memahami dasar-dasar literasi keuangan sekaligus mengenal dunia kerja,” ujarnya.
Dhanny menambahkan, program ini dirancang adaptif terhadap perkembangan zaman. Fokusnya tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.
“Ini adalah wujud nyata kepedulian BRI bagi kemajuan pendidikan di Indonesia yang tentunya selalu kami upayakan adaptif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan masa depan generasi muda,” lanjutnya.
Di sisi lain, Kepala SDN 104 Langensari, Dedeh Mulyani, mengungkapkan perubahan signifikan yang terjadi di sekolahnya sejak mendapat bantuan dari program tersebut pada 2025.
Ia menjelaskan, sebelum direnovasi, kondisi bangunan sekolah cukup memprihatinkan. Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, mulai dari gedung yang sudah lapuk hingga atap yang bocor akibat usia bangunan.
Melalui bantuan BRI Peduli, sekolah tersebut kini telah mengalami perbaikan menyeluruh. Renovasi mencakup perbaikan bangunan utama hingga pembaruan sarana prasarana seperti kursi, meja, lemari kelas, serta fasilitas penunjang lainnya, termasuk lapangan sekolah.
Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan lingkungan belajar. Kondisi sekolah yang lebih bersih dan layak turut meningkatkan semangat siswa untuk datang dan mengikuti kegiatan belajar.
“Keadaan sekolah kami sebelumnya sangat tidak nyaman dan sekarang semua sudah berubah, sekolah sangat nyaman dan murid kami sangat termotivasi ke sekolah. Kami juga senang, BRI Peduli hadir dalam peringatan Hardiknas 2026 dengan berbagai kegiatan bermanfaat,” ungkap Dedeh.
Sejak diluncurkan pada 2021, program BRI Peduli “Ini Sekolahku” telah menjangkau 68 sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Program ini tidak hanya fokus pada renovasi fisik, tetapi juga memperkuat fasilitas dan ekosistem belajar.
Dalam implementasinya, BRI telah menyalurkan 264 fasilitas pendidikan serta membangun 4.666 unit sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar siswa.
Dhanny menegaskan bahwa program ini juga sejalan dengan komitmen pembangunan berkelanjutan. Khususnya pada pilar keempat Sustainable Development Goals (SDGs), yakni peningkatan kualitas pendidikan.
Ia berharap program ini dapat menjadi pemicu semangat bagi siswa untuk terus belajar dalam lingkungan yang lebih baik. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan sekolah mampu mencetak sumber daya manusia unggul di masa depan.
“Semoga Program BRI Peduli ‘Ini Sekolahku’ bisa menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dengan lingkungan sekolah yang nyaman dan bangunan yang layak hingga akhirnya menciptakan SDM unggul bagi kemajuan bangsa,” tutupnya.
Editor: IJS











