Harnas.id, LOMBOK TENGAH – Balapan GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026 Race 1 di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (2/5/2026), berlangsung dalam tensi tinggi. Lintasan sepanjang 4,31 km menghadirkan duel ketat antar pabrikan besar dan pembalap lintas kelas.
Balapan berdurasi satu jam tersebut menempuh 33 lap dengan total jarak 142,23 kilometer. Sejak start, persaingan langsung terbuka dengan ritme tinggi di setiap sektor sirkuit.
Duo pembalap asal Tiongkok, Congfu Cheng dan Kuai Yu dari FAW Audi Sport Asia Team Phantom tampil dominan. Mengandalkan Audi R8 LMS GT3 EVO II, mereka finis pertama dengan catatan waktu 1 jam 47,263 detik.
Konsistensi menjadi kunci kemenangan mereka. Keduanya juga mencatat fastest lap 1:28.558 pada lap ke-20, mempertegas keunggulan performa sepanjang balapan.
Posisi kedua ditempati pasangan Andrés Pato (Indonesia) dan Jaxon Evans (Selandia Baru). Menggunakan mobil Audi yang sama, mereka finis dengan selisih 5,463 detik dari pemimpin lomba.
Hasil ini menegaskan dominasi Audi di Mandalika. Dua mobil langsung mengunci posisi teratas dalam Race 1.
Perhatian publik Indonesia tertuju pada Sean Gelael yang tampil bersama tim Garage 75. Mengendarai Ferrari 296 GT3, Sean berhasil finis di posisi ketiga secara keseluruhan sekaligus bersaing kuat di kelas Silver.
Ia mencatat waktu 1:00:56.001 dengan selisih 8,738 detik dari pemuncak klasemen. Meski sempat kehilangan dua posisi dari grid awal, Sean mampu menjaga konsistensi hingga garis finis.
Catatan waktu terbaiknya berada di angka 1:29.019. Hasil ini menjadi modal penting untuk menghadapi Race 2 pada Minggu (3/5/2026).
Persaingan di papan tengah juga berlangsung ketat. Porsche 911 GT3 R (992) milik Absolute Racing yang dikendarai Ruohan Huang dan Alessandro Ghiretti finis di posisi keempat.
Sementara itu, Mercedes-AMG GT3 EVO dari Craft-Bamboo Racing menutup posisi lima besar. Selisih waktu antar pembalap relatif tipis, mencerminkan ketatnya kompetisi.
Balapan turut diwarnai dinamika teknis. Salah satu mobil mendapat penalti lima detik akibat unsafe release di pit lane, sementara dua mobil lainnya gagal finis setelah hanya menyelesaikan tujuh lap.
Dari sisi kelas, distribusi persaingan cukup merata. Kelas Silver dikuasai Cheng dan Yu, sementara kelas Pro-Am menampilkan konsistensi pasangan Pato–Evans.
Karakter teknis sirkuit Mandalika menjadi tantangan tersendiri. Kombinasi tikungan cepat dan teknikal menuntut presisi dalam pengelolaan ban, bahan bakar, dan strategi pit.
Di ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS), sejumlah kelas juga menyuguhkan persaingan menarik.
Subaru BRZ Super Series Race 1:
- Demas Agil – 30:30.163 (fastest lap 1:52.745)
- Fitra Eri – selisih 2,045 detik
- Sudarmono – selisih 5,875 detik
Kualifikasi 2 Superstar Sportscar Series:
- Yasuo Iriawan – 1:35.690
- Nadeem Rustombi – selisih 0,062 detik
- Michael Junus – +7,237 detik
Kualifikasi Krida Agya Kartini Race:
- Alinka Hardianti – 2:07.729
- Clio Tjonnadi – 2:10.927
- Audya Anjani
- Alexandra Asmasoebrata
MFoS Time Attack Session 2:
- Yasuo Senna Iriawan – 1:33.672 (Radical SR10 XXR)
- Gerrard Carlton – 1:37.622
- Fandy Adianto – 1:43.050
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengapresiasi capaian pembalap Indonesia, khususnya podium yang diraih Sean Gelael. Ia menilai hasil ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan motorsport nasional.
“Podium yang diraih Sean Gelael di Mandalika ini bukan hanya kebanggaan bagi dirinya dan tim, tetapi juga untuk Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pembalap kita mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.
Ia juga menilai Mandalika bukan sekadar venue balap. Sirkuit ini dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasi pembalap nasional.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Mandalika bisa menjadi panggung bagi pembalap Indonesia untuk berkembang dan bersaing di level global,” tambahnya.
Priandhi turut menyoroti ketatnya persaingan di balapan pendukung. Mulai dari duel di Subaru BRZ Super Series, performa pembalap wanita di Kartini Race, hingga sesi Time Attack yang menuntut presisi tinggi.
Rangkaian balapan akan berlanjut pada Minggu (3/5/2026) sebagai hari penentuan. Sejumlah sesi akan digelar, termasuk Race 2 GT World Challenge Asia yang menjadi sorotan utama.
Berikut jadwal balap Minggu (3/5/2026):
- 09.00 – 09.30 : Superstars Sportscar Series – Race 1
- 09.50 – 10.20 : Krida Agya OMR Kartini Race
- 11.30 – 12.35 : GT World Challenge Asia – Race 2 (Live TV)
- 12.45 – 13.45 : GT World Challenge Asia – Pit Walk
- 14.00 – 14.45 : BRZ – Race 2
- 15.10 – 15.40 : Superstars Sportscar Series – Race 2
- 15.55 – 16.40 : Time Attack – Session 3
- 16.45 – 17.15 : Hot Laps
Dengan hasil Race 1, persaingan menuju Race 2 dipastikan semakin terbuka. Dominasi Audi, konsistensi Ferrari bersama Sean Gelael, serta potensi kejutan dari pabrikan lain akan menjadi penentu jalannya balapan selanjutnya.
Editor: IJS











