BRILink Agen Kian Menjamur, 1,18 Juta Titik Layanan Sudah Masuk 80 Persen Desa

Aktivitas layanan transaksi keuangan melalui BRILink Agen di wilayah pedesaan. Foto: Humas BRI
Aktivitas layanan transaksi keuangan melalui BRILink Agen di wilayah pedesaan. Foto: Humas BRI

Harnas.id, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke tingkat desa melalui jaringan BRILink Agen. Hingga akhir Maret 2026, jumlah agen tercatat menembus lebih dari 1,18 juta yang tersebar di 66.450 desa di seluruh Indonesia.

Cakupan tersebut setara dengan lebih dari 80 persen desa secara nasional. Angka ini menunjukkan penetrasi layanan keuangan berbasis kemitraan yang semakin dalam, terutama di wilayah yang sebelumnya terbatas akses perbankannya.

Sepanjang Triwulan I 2026, aktivitas BRILink Agen mencatat volume transaksi mencapai Rp420 triliun. Nilai ini mencerminkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis agen untuk kebutuhan sehari-hari.

Dari sisi bisnis, jaringan ini juga menyumbang fee based income (FBI) sebesar Rp459 miliar bagi BRI. Peran agen tidak hanya sebagai perpanjangan layanan bank, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut BRILink Agen menjadi salah satu kanal utama dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah.

“BRILink Agen menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.

Kontribusi BRILink Agen juga terlihat dalam penghimpunan dana murah. Saldo CASA rata-rata harian yang dihimpun mencapai Rp30 triliun, tumbuh 18,37 persen secara tahunan (year on year).

Selain itu, penyaluran dana talangan melalui jaringan ini juga mengalami peningkatan signifikan. Nilainya naik 33,29 persen secara tahunan, dari Rp5,4 triliun menjadi Rp7,2 triliun.

“Pencapaian di atas semakin membuktikan peran BRILink Agen kini tidak hanya melayani kebutuhan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat. Ini menegaskan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” lanjut Akhmad.

BRILink Agen menyediakan berbagai layanan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat, antara lain:

  • Transfer antar rekening
  • Pembayaran tagihan dan cicilan
  • Pembelian pulsa dan paket data
  • Top up uang elektronik dan dompet digital
  • Setor tunai
  • Tarik tunai

Dengan model kemitraan ini, BRI mendorong inklusi keuangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di tingkat lokal. Keberadaan agen di desa dinilai mampu menjembatani kebutuhan transaksi tanpa harus bergantung pada kantor cabang bank.

Editor: IJS