Wamenkes Puji Dedie Rachim Hafal Data Diabetes, 90 Persen Warga Bogor Punya Kebiasaan Kurang Gerak

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono foto bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat pembukaan Kongres Nasional Persadia 2026 di Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono foto bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat pembukaan Kongres Nasional Persadia 2026 di Kota Bogor. (Dok. Pemkot Bogor)

Harnas.id, BOGOR – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memberikan apresiasi kepada Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim karena dinilai memahami kondisi kesehatan masyarakat, terutama terkait diabetes. Apresiasi tersebut disampaikan saat pembukaan Kongres Nasional Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) 2026 di Novotel Bogor Golf and Convention Center, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dedie mendampingi Wamenkes membuka kongres yang dihadiri para peserta dari berbagai kalangan. Dante secara khusus menyoroti pemaparan Dedie mengenai data kesehatan Kota Bogor yang dinilainya mencerminkan pemahaman terhadap persoalan diabetes di tingkat daerah.

“Pidato Bapak Wali Kota Bogor sudah masuk kriteria sebagai edukator diabetes, karena menguasai data-data kesehatan di Kota Bogor. Diabetes itu kadang munculnya secara sembunyi-sembunyi. Data evaluasi survei kesehatan di Indonesia tahun 2023, angka diabetes 11,7 persen dari populasi. Artinya, satu orang dari delapan hingga sembilan orang menderita penyakit diabetes,” kata Wamenkes.

Dante mengingatkan bahwa diabetes merupakan penyakit yang kerap tidak disadari penderitanya. Kondisi tersebut membuat diabetes diibaratkan seperti fenomena gunung es, karena jumlah kasus yang terdeteksi belum tentu menggambarkan keseluruhan persoalan di masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan medis setelah seseorang dinyatakan mengidap diabetes. Pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, pola hidup sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu menjadi bagian dari upaya pengendalian penyakit tersebut.

Wamenkes juga berharap Persadia mengambil peran lebih aktif dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Salah satu langkah yang disarankan adalah membentuk klub-klub kesehatan sebagai ruang pertemuan bagi para penyandang diabetes.

Melalui kelompok tersebut, penderita diabetes dapat saling bertukar pengalaman, berdiskusi mengenai kondisi kesehatan, serta memperoleh dukungan dari sesama anggota. Keberadaan komunitas juga diharapkan membuat penyandang diabetes tidak merasa menjalani proses pengobatan dan pengelolaan penyakit sendirian.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menilai Kongres Nasional Persadia 2026 menjadi kesempatan penting untuk menyatukan langkah berbagai pihak dalam menangani persoalan kesehatan masyarakat. Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi profesi dapat membangun kerja sama yang lebih erat dalam mencari solusi peningkatan derajat kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie turut memaparkan capaian Kota Bogor dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Ia menyebut pada 2025 Kota Bogor termasuk daerah dengan tingkat capaian pemeriksaan tertinggi di Jawa Barat, yakni mencapai 49 persen.

Namun, hasil pemeriksaan tersebut juga memperlihatkan persoalan pola hidup yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data yang disampaikan Dedie, sebanyak 90 persen warga yang diperiksa diketahui memiliki kebiasaan kurang bergerak serta jarang mengonsumsi buah dan sayuran.

Temuan tersebut menjadi catatan penting dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular, termasuk diabetes. Rendahnya aktivitas fisik dan kurangnya konsumsi buah serta sayur merupakan kebiasaan yang perlu diperbaiki melalui edukasi dan perubahan pola hidup sehari-hari.

Capaian pemeriksaan kesehatan yang disampaikan Pemerintah Kota Bogor sekaligus menunjukkan pentingnya deteksi dini dalam mengenali risiko penyakit di masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti dengan pendampingan, edukasi, dan kebiasaan hidup yang lebih sehat.

Editor: IJS