
Harnas.id, JAKARTA – Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, menyampaikan duka cita atas gugurnya prajurit Tentara Nasional Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian prajurit yang bertugas di wilayah konflik.
Prajurit TNI tersebut diketahui tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), bagian dari operasi penjaga perdamaian yang dijalankan Perserikatan Bangsa-Bangsa di kawasan rawan konflik Timur Tengah.
Dalam keterangannya, Jusuf Kalla menilai prajurit yang gugur tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga membawa misi kemanusiaan global. Ia menyebut pengorbanan tersebut sebagai simbol kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dunia.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Mereka adalah pahlawan perdamaian, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan dan stabilitas dunia,” ujar JK.
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam misi internasional mencerminkan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi. Peran ini dinilai tidak hanya berdampak bagi kepentingan nasional, tetapi juga bagi masyarakat global.
“Pengabdian mereka tidak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia. Ini adalah kehilangan besar, namun juga kebanggaan bagi bangsa,” lanjutnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik. Meski demikian, Indonesia tetap konsisten mengirimkan kontingen ke berbagai misi PBB sebagai bagian dari peran aktif di kancah internasional.
Di akhir pernyataannya, Jusuf Kalla mengajak masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur. Ia juga meminta dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap kuat menghadapi kehilangan tersebut.
Editor: IJS










