
Harnas.id, JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 memasuki fase krusial. Kepolisian Negara Republik Indonesia merilis laporan harian Operasi Ketupat hari ketujuh, mencakup periode Rabu, 18 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.
Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih terjaga. Polisi memastikan tidak ada kejadian menonjol selama periode pelaporan, meski tekanan mobilitas terus meningkat.
Lonjakan pergerakan masyarakat terlihat jelas dari arus keluar Jakarta. Data Jasa Marga Command Center mencatat sebanyak 181.617 kendaraan meninggalkan ibu kota melalui empat gerbang tol utama pada H-3 Lebaran. Angka ini melonjak sekitar 78,84 persen dibandingkan kondisi normal.
Distribusi kendaraan didominasi arah Trans Jawa. Gerbang Tol Cikampek Utama mencatat volume tertinggi dengan 84.434 kendaraan. Disusul Gerbang Tol Cikupa menuju Merak sebanyak 36.900 kendaraan, Gerbang Tol Ciawi arah Puncak 30.759 kendaraan, dan Gerbang Tol Kalihurip Utama menuju Bandung sebanyak 29.524 kendaraan.
Sebaliknya, arus masuk ke Jakarta mengalami penurunan. Total kendaraan yang masuk tercatat 78.450 unit, atau turun sekitar 20,55 persen dibandingkan kondisi normal, menandakan dominasi pergerakan keluar kota.
Di lapangan, dinamika lalu lintas masih fluktuatif. Antrean kendaraan yang sempat mengular di Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan berhasil diurai setelah rekayasa lalu lintas oleh petugas. Namun, kepadatan masih terjadi di sejumlah titik, terutama di ruas Tol Jakarta–Cikampek akibat tingginya volume kendaraan.
Meski begitu, aparat memastikan kondisi lalu lintas secara keseluruhan masih terkendali dan terus dipantau secara intensif.
Mobilitas tinggi juga terjadi pada moda transportasi umum. Di 36 pelabuhan penyeberangan, tercatat 1.132 perjalanan kapal dengan total 378.689 penumpang. Selain itu, tercatat 49.333 kendaraan roda dua, 39.814 kendaraan roda empat, 2.791 bus, dan 5.292 truk ikut menyeberang.
Untuk lintasan utama, jalur Jawa–Sumatera menjadi yang paling padat dengan 163.603 penumpang, disusul jalur Jawa–Bali sebanyak 72.497 penumpang.
Sektor perkeretaapian juga mencatat angka signifikan. Sebanyak 2.685 perjalanan kereta api mengangkut 1.279.902 penumpang. Sementara itu, sektor penerbangan mencatat 2.603 penerbangan dengan total 303.418 penumpang yang berangkat.
Di tengah tingginya mobilitas, aspek keselamatan menjadi perhatian serius. Polri mencatat 141 kejadian kecelakaan lalu lintas dalam periode pelaporan, yang menjadi indikator perlunya peningkatan kewaspadaan selama perjalanan mudik.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan keselamatan. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan laik jalan serta tidak memaksakan diri saat kelelahan.
Menjelang malam takbiran, masyarakat juga diimbau tidak menggunakan kendaraan yang tidak sesuai peruntukan dan menghindari aktivitas berisiko. Kepolisian mengajak seluruh masyarakat menjaga ketertiban serta saling menghormati selama perayaan.
Khusus di wilayah Bali, masyarakat diminta menjaga toleransi antarumat beragama. Momentum Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi menjadi perhatian agar situasi tetap aman dan harmonis.
Selain itu, keamanan lingkungan juga menjadi fokus. Warga diimbau memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan mudik.
Sebagai langkah antisipasi, Polri menyediakan layanan penitipan kendaraan, khususnya sepeda motor, di kantor polisi terdekat. Layanan ini diharapkan membantu masyarakat yang meninggalkan kendaraan selama perjalanan mudik.
Untuk kebutuhan darurat, masyarakat dapat menghubungi hotline Polri di nomor 110 yang siaga 24 jam.
Polri menegaskan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran Operasi Ketupat 2026. Pesan yang diusung tetap sama: mudik aman, keluarga nyaman.
Editor: IJS










