Makanan Maut Di Sekolah Berujung 75 Siswa Keracunan, Matahukum : Hentikan MBG

Harnas.id, Jakarta – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali makan korban, bukannya menambah gizi siswa sekolah tetapi sebanyak 75 siswa sekolah dan 5 guru di SMPN 10 Kota Megelang terpaksa menghentikan proses belajar mengajar usai keracunan makan Menu nasi, tempe crispy, dan telur puyuh saus mentega, pada Rabu 21 Januari 2026.

Dan bukan rahasia umum juga, kalau menu MBG terlihat asal masak dan jauh dari harapan program Presiden Prabowo yang ingin meningkatkan gizi anak Indonesia.

Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir, yang kerap mengomentari program MBG kembali geram, dia dengan tegas meminta Presiden Prabowo untuk segera menghentikan program MBG.

“Harus dihentikan program MBG, karena sudah banyak korban siswa sekolah keracunan, apalagi bahan makanannya kerap ditemukan dalam kondisi tidak baik,” ujar Mukhsin di Jakarta, Senin 26 Januari 2026.

Banyaknya permasalahan pada menu MBG juga disinyalir karena pihak vendor tidak selaras dengan harapan Presiden Prabowo, para vendor dianggap hanya mencari keuntungan sehingga makanan yang disajikan masih jauh dari kelayakan.

“Program MBG ini hanya menguntungkan pihak vendor saja,” tandas Mukhsin.

Tragedi keracunan di SMPN 10 Kota Magelang awalnya hanya dua siswa yang mengeluh sakit perut di Kamis pagi. Namun, seolah ingin menunjukkan solidaritas yang luar biasa, jumlah korban membengkak menjadi 80 orang setelah jam istirahat. Laboratorium Provinsi Jawa Tengah kini tengah sibuk meneliti sampel muntahan para korban sebuah akhir yang sangat jauh dari narasi “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

“Pemerintah harus sadar, program ini sudah salah besar,” tegas Mukhsin. Ia bahkan mengeluarkan pernyataan dramatis bahwa jika Presiden siap mati demi memberantas korupsi, maka dirinya siap mati demi menyelamatkan anak-anak dari ancaman menu makan siang yang lebih mirip “ranjau darat” bagi pencernaan ini.

Jika pemerintah hanya bisa meminta maaf setiap kali ada siswa yang tumbang, maka mungkin label “Makan Bergizi Gratis” perlu diganti menjadi “Uji Nyali Gratis”. Karena nyatanya, bagi siswa SMPN 10 Magelang, bertahan hidup setelah jam makan siang kini menjadi prestasi yang lebih membanggakan daripada mendapatkan nilai A di kelas matematika.

Editor : hd

 

.