Rektor Unpad Buka CSS 2026, Konferensi Keberlanjutan Hadirkan Peneliti dari 11 Negara

Tangkapan layar narasumber dan peserta kegiatan The 7th Conference of Sustainability Science (CSS 2026), Rabu (26/10).

Harnas.id, JATINANGOR — Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Arief S. Kartasasmita secara resmi membuka The 7th Conference of Sustainability Science (CSS 2026) pada Rabu (21/10). Konferensi yang diselenggarakan secara daring ini diikuti akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari 11 negara, yakni Indonesia, Jepang, Prancis, Australia, Amerika Serikat, Kenya, Pakistan, Botswana, Taiwan, Tiongkok, dan Inggris.

CSS 2026 diselenggarakan oleh Center for Environment and Sustainability Science (CESS) bersama Sekolah Pascasarjana Unpad. Tahun ini, konferensi mengusung tema “Sustainable Environmental Systems and Planetary Health” yang menyoroti keterkaitan erat antara kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia.

Dalam sambutannya, Rektor Unpad menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan manusia merupakan dua aspek yang saling berkaitan. Ia juga mengapresiasi komitmen CESS dalam menjadikan CSS sebagai wadah pertukaran ilmu pengetahuan dan penguatan kolaborasi internasional yang diselenggarakan secara berkelanjutan.

Menurutnya, penyelenggaraan CSS yang telah memasuki edisi ketujuh menunjukkan komitmen untuk memajukan ilmu keberlanjutan sekaligus memperkuat jejaring akademik lintas negara. Upaya tersebut sejalan dengan visi Sekolah Pascasarjana Unpad, yaitu “Transdisciplinarity for Sustainability”, yang menekankan pendekatan lintas disiplin serta kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan.

“Menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, lintas institusi, dan lintas negara. Universitas Padjadjaran tetap berkomitmen untuk memajukan riset, pendidikan, dan kolaborasi yang berkontribusi bagi masa depan yang lebih berkelanjutan dan tangguh. Saya berharap konferensi ini menginspirasi gagasan baru, memperkuat kemitraan, dan mendorong aksi nyata menuju keberlanjutan dan kesehatan planet,” ujar Rektor.

CSS 2026 menghadirkan lima pembicara utama dari berbagai institusi dan negara. Mereka adalah Associate Professor Devika Kannan dari Adelaide University, Australia; Prof. Joseph Sarkis dari Worcester Polytechnic Institute, Amerika Serikat; Dr. Makiko Sekiyama dari National Institute for Environmental Studies (NIES), Jepang; Prof. Sunardi dari Universitas Padjadjaran, Indonesia; serta Prof. Natalia Yakovleva dari KEDGE Business School, Prancis.

Para pembicara membahas beragam isu strategis terkait keberlanjutan, mulai dari regenerasi ekosistem dan rantai pasok yang berorientasi pada alam, perubahan sosial-ekologis dan gizi masyarakat di Jawa Barat, hingga peran integritas ekosistem dalam mendukung kesehatan manusia. Berbagai perspektif tersebut memperkaya diskusi mengenai tantangan dan peluang dalam mewujudkan keberlanjutan lingkungan serta kesehatan planet.

Selain sesi pleno, konferensi ini juga menyelenggarakan sesi poster dan presentasi paralel. Sebanyak 66 abstrak dihimpun dalam buku abstrak CSS 2026 dan dikelompokkan ke dalam lima ruang lingkup kajian, yaitu Environmental Engineering for Planetary Health; Water, Waste, Pollution Control & Circular Systems; Climate Resilience, Carbon & Nature-Based Solutions; Sustainable Energy, Infrastructure & Green Technology; serta Sustainability Systems, Policy, Governance & Socioeconomics.

Melalui penyelenggaraan CSS 2026, Unpad memperkuat perannya dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan kolaborasi internasional di bidang keberlanjutan. Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan, memperluas kemitraan, serta mendorong pengembangan riset dan aksi nyata untuk menjawab tantangan lingkungan dan kesehatan planet.

Editor: Erk