Olahraga Sambil Beramal: BWI Gelar Waqf Run 2026, Ajak 1.500 Pelari Tanam Wakaf Hijau dan Pulihkan Hutan

Komisioner BWI sekaligus Ketua Panitia Waqf Run 2026 Wahyu Muryadi (tengah) bersama jajaran pengurus BWI saat meluncurkan acara Road to Waqf Run 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Minggu (8/11/2026). (Foto: Dok. Istimewa/Panitia Waqf Run 2026)
Komisioner BWI sekaligus Ketua Panitia Waqf Run 2026 Wahyu Muryadi (tengah) bersama jajaran pengurus BWI saat meluncurkan acara Road to Waqf Run 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Minggu (8/11/2026). (Foto: Dok. Istimewa/Panitia Waqf Run 2026)

Harnas.id, JAKARTA — Badan Wakaf Indonesia (BWI) secara resmi meluncurkan rangkaian acara Road to Waqf Run 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Minggu (8/11/2026). Inisiatif ini digelar sebagai ajang pemanasan sekaligus sosialisasi menuju acara puncak Waqf Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 29 November 2026, di Plaza Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Mengusung tema “Berlari, Berwakaf, dan Peduli Hutan Kita”, ajang tahun ketiga ini memfokuskan kontribusinya pada isu lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim melalui program berkelanjutan bertajuk The Green Wakaf (Wakaf Hijau).

Ketua Panitia Waqf Run 2026 yang juga Komisioner BWI, Wahyu Muryadi, menjelaskan bahwa Waqf Run telah konsisten digelar sejak tahun 2024. Setelah sukses berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan Baznas pada penyelenggaraan pertama, serta menggalang donasi kemanusiaan untuk Palestina pada tahun kedua, edisi 2026 diarahkan penuh untuk merespons kondisi krisis lingkungan dan kebakaran hutan di Indonesia.

“Tahun ini kita berolahraga sekaligus menjaga kelestarian bumi. Dari biaya pendaftaran peserta sebesar Rp300.000, sudah termasuk dana Rp50.000 yang disisihkan langsung untuk alokasi Wakaf Hijau,” ujar Wahyu Muryadi usai acara peluncuran.

Dana wakaf hijau yang terkumpul dari 1.500 pelari nantinya disalurkan melalui yayasan Mosaic (Muslims for Shared Action on Climate Impact), sebuah lembaga yang dikelola oleh para pakar wakaf hutan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB). Program ini berfokus pada pemeliharaan, restorasi, serta pemulihan kawasan hutan yang telah dipetakan secara khusus.

“Bumi kita terancam, emisi karbon meningkat, dan permukaan air laut makin tinggi. Sebagai umat, kita memiliki tanggung jawab moral dan keagamaan untuk berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan prinsip Islam rahmatan lil alamin,” tegas Wahyu.

Selain misi kelestarian alam, BWI memanfaatkan Waqf Run 2026 untuk mentransformasi pemahaman publik mengenai wakaf. Selama ini, literasi wakaf di Indonesia masih terkonstrudisi pada konsep konvensional 3M (Masjid, Madrasah, dan Makam), serta dipersepsikan hanya bisa dilakukan oleh kalangan ekonomi atas yang memiliki aset properti besar.

Perwakilan BWI, Kartini, menekankan bahwa pendekatan olahraga lari yang inklusif ini dihadirkan untuk menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z.

“Kami ingin seluruh runner dan masyarakat paham bahwa berwakaf itu sangat mudah, menyenangkan, dan berdampak luas. Cukup dengan berlari dan ikut menjaga ekosistem hutan, langkah kaki peserta otomatis dikonversi menjadi amal jariah yang abadi,” ungkap Kartini.

Senada dengan hal tersebut, Komisioner BWI Arief Rohman menambahkan bahwa konsep Green Wakaf turut mendukung ekosistem berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) serta target pemerintah mencapai Net Zero Emissionpada tahun 2060. Ke depan, alokasi wakaf produktif ini juga diarahkan pada pengembangan energi terbarukan, listrik tenaga surya, hingga perkebunan bioenergi.

Demi menjaga kenyamanan dan keamanan peserta selama mengitari rute di kawasan TMII, panitia membatasi kuota pendaftaran maksimal 1.500 pelari. Untuk memacu antusiasme para pencinta olahraga lari, panitia menyediakan beragam door prize berupa peralatan rumah tangga hingga hadiah utama (grand prize) berupa paket ibadah umrah untuk dua orang pemenang lengkap dengan uang saku masing-masing Rp1.000.000.

Pendaftaran Waqf Run 2026 telah resmi dibuka untuk umum. Masyarakat dan komunitas lari diimbau untuk segera melakukan registrasi sebelum kuota peserta terpenuhi.

Editor: IJS