Harnas.id, YOKOHAMA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meresmikan Masjid As Sholihin di Yokohama, Jepang, Jumat (10/4/2026). Peresmian ini menjadi penanda hadirnya ruang ibadah sekaligus pusat aktivitas umat bagi diaspora Indonesia di Jepang.
Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir, tokoh masyarakat, serta jamaah setempat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pembangunan fasilitas keagamaan bagi warga Indonesia di luar negeri.
Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menekankan bahwa fungsi masjid tidak berhenti pada aspek ibadah semata. Ia menyebut masjid memiliki peran strategis dalam membangun kebersamaan, memperkuat nilai sosial, serta membina generasi muda.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat mempersatukan umat, mendidik generasi, dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersyukur atas berdirinya Masjid As Sholihin. Menurutnya, pembangunan masjid ini merupakan hasil gotong royong banyak pihak, baik dari dalam negeri maupun komunitas diaspora.
Jusuf Kalla menegaskan, keberlangsungan fungsi masjid sangat ditentukan oleh sinergi antara tiga unsur utama, yakni pihak pembangun, pengelola, dan jamaah. Ketiganya dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam memakmurkan masjid.
Selain itu, ia menyoroti dinamika perkembangan masyarakat Indonesia di Jepang yang terus meningkat. Jika sebelumnya didominasi pelajar dan diplomat, kini komposisi warga Indonesia lebih banyak berasal dari kalangan pekerja.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga menyinggung nilai-nilai kehidupan masyarakat Jepang. Ia menilai sejumlah prinsip seperti disiplin, kejujuran, kerja keras, dan kebersihan sejalan dengan ajaran akhlak dalam Islam.
“Kita mungkin berbeda agama, tetapi banyak nilai akhlak yang justru dijalankan dengan baik di Jepang. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” katanya.
Keberadaan Masjid As Sholihin diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah rutin, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan. Termasuk di dalamnya pembinaan anak-anak serta penguatan jaringan silaturahmi antarwarga Indonesia di Jepang.
Menutup sambutannya, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut. Ia menilai pembangunan masjid sebagai bentuk amal jariah yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Semoga masjid ini membawa keberkahan dan menjadi pusat kebaikan bagi umat,” tutupnya.
Editor: IJS











