
Harnas.id, BOGOR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor menggelar kegiatan sosial bertajuk Gebyar Ramadan 2026 dengan memberikan santunan kepada 200 anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan tersebut berlangsung di Mako PWI Kota Bogor, Jalan Rd. Tirto Adhi Suryo, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (9/3/2026).
Acara ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Ramadan yang digagas kalangan jurnalis di Kota Bogor. Selain berbagi santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama serta buka puasa yang dihadiri berbagai unsur pemerintah dan lembaga daerah.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan apresiasi atas konsistensi PWI Kota Bogor yang rutin menghadirkan kegiatan sosial untuk masyarakat.
“Kita patut apresiasi dan acungi jempol. PWI Kota Bogor selalu menjalankan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Seperti hari ini kita berkumpul semuanya dalam kegiatan santunan bersama 200 anak yatim dan dhuafa,” ujar Dedie dalam sambutannya.
Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin yang menilai PWI tidak hanya menjadi rumah bagi para wartawan, tetapi juga ruang kolaborasi berbagai pihak.
“PWI selain dikatakan sebagai rumah nyaman wartawan juga sebagai wujud harmoni. Berbagai kegiatan DPRD dan Pemkot dalam refleksi juga difasilitasi oleh PWI saat HPN, dan hari ini kegiatan sosial yang dilaksanakan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jenal juga memohon doa dari anak-anak yatim yang hadir agar seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut mendapatkan keberkahan.
Ia juga sempat menyampaikan kondisi kesehatannya yang sempat menurun dalam dua pekan terakhir.
“Dua minggu terakhir saya sedang diuji kondisi kurang sehat. Namun insyaallah, hari ini hingga akhir masa jabatan, saya siap hadir lagi di lapangan untuk melayani masyarakat dan mendampingi Pak Wali hingga husnul khatimah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Danubrata menilai peran PWI sangat penting di tengah derasnya arus informasi yang beredar di masyarakat.
“Kami dari DPRD akan selalu mendukung PWI. Kami berharap PWI terus menyiarkan kegiatan positif karena saat ini hoaks sangat banyak. Kita harus pintar menyaringnya agar kerukunan di Kota Bogor tetap terjaga,” katanya.
Dadang juga menyinggung kuatnya toleransi yang selama ini terjaga di Kota Bogor. Salah satunya terlihat dari pelaksanaan Bogor Street Festival yang tetap berjalan meriah meskipun berlangsung di bulan Ramadan.
“Ini bukti bahwa diversitas dan harmonisasi antarumat beragama di Bogor sangat nyata,” ungkapnya.
Ketua PWI Kota Bogor Herman Indra Budi mengatakan bahwa kegiatan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers di luar tugas utamanya sebagai penyampai informasi.
“Saya ingin teman-teman wartawan bukan hanya bisa membuat berita, tapi minimal bisa bermanfaat untuk banyak orang. Santunan ini adalah buktinya,” kata pria yang akrab disapa Kang Aldho.
Ia berharap momentum Ramadan dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar lembaga dan meredakan berbagai perbedaan yang mungkin terjadi.
Menurutnya, Mako PWI Kota Bogor terbuka bagi siapa pun yang ingin berdiskusi maupun menyelesaikan perbedaan secara baik.
“PWI Kota Bogor adalah rumah bagi semua. Siapa pun yang berselisih paham, bisa selesai dan duduk bersama di sini. Inilah sumbangsih kami untuk menjaga kondusivitas Kota Bogor,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Bogor, Hasbulloh, dilanjutkan dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim dan dhuafa serta pemberian piagam penghargaan kepada pihak yang terlibat.
Ketua Panitia kegiatan, Syarif Hidayatullah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kegiatan santunan hari ini sama seperti tahun lalu dengan jumlah 200 anak yatim. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Bogor, DPRD Kota Bogor, dan unsur Forkopimda serta berbagai pihak lainnya yang turut mensukseskan acara hari ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga dan mitra strategis di Bogor.
Editor: IJS










