
Harnas.id, BANJARNEGARA – Akses utama dari Kabupaten Banjarnegara menuju kawasan wisata Dieng, Jawa Tengah, terputus total akibat longsor besar yang terjadi di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran. Longsor menyebabkan badan jalan ambrol sepanjang sekitar 50 meter setelah tergerus luapan Kali Ireng menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Akibat kerusakan tersebut, jalur penghubung menuju kawasan wisata Dieng tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kerusakan jalan membentuk jurang dengan lebar sekitar enam meter sehingga akses transportasi masyarakat maupun wisatawan terhenti total.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran Kali Ireng meluap dan menggerus badan jalan di lokasi kejadian.
“Badan jalan ambrol cukup panjang, sekitar 50 meter. Saat ini kendaraan sama sekali tidak bisa melintas karena terbentuk jurang dengan lebar sekitar enam meter,” kata Arief.
Ia menjelaskan, kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan terdapat sejumlah retakan yang berpotensi memicu longsor susulan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mendekati area kejadian karena dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah lanjutan.
Petugas gabungan bersama pemerintah daerah telah melakukan penanganan awal dengan memasang pembatas di sekitar lokasi untuk mencegah kendaraan melintas. Selain itu, masyarakat dan pengendara yang hendak menuju kawasan Dieng diarahkan menggunakan jalur alternatif.
“Untuk sementara kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif dengan tambahan jarak sekitar 15 kilometer,” ujarnya.
Putusnya jalur utama tersebut juga berdampak pada mobilitas warga serta distribusi logistik menuju sejumlah desa di kawasan pegunungan Dieng. Pemerintah daerah saat ini tengah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan dan perbaikan infrastruktur yang rusak.
BPBD Banjarnegara juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di wilayah pegunungan masih cukup tinggi sehingga berpotensi memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik rawan.
Editor: IJS










