
Harnas.id, JAKARTA — Kasus pengeroyokan terhadap Haji Faisal Amsco terus menuai sorotan. Tokoh Aceh, Suryadi Jamil, mendesak aparat kepolisian, khususnya Polda Metro Jaya, untuk segera menangkap aktor utama di balik insiden tersebut.
Suryadi menilai penanganan perkara ini harus dilakukan secara cepat dan terbuka. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredam keresahan publik, terutama dari masyarakat Aceh yang ikut memantau perkembangan kasus ini.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada korban secara fisik, tetapi juga menyentuh rasa keadilan masyarakat luas. Ia menilai kejadian itu memiliki dimensi sosial yang lebih besar dari sekadar tindak kekerasan biasa.
“Ini bukan sekadar pemukulan terhadap satu orang, tetapi melukai hati masyarakat Indonesia, terutama rakyat Aceh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menyoroti lokasi kejadian yang disebut berlangsung di lingkungan institusi penegakan hukum. Hal ini dinilai menjadi catatan serius karena berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap aparat.
Suryadi meminta agar kasus ini diusut tuntas tanpa pandang bulu. Ia menekankan pentingnya transparansi, termasuk membuka rekaman CCTV dari seluruh titik yang berkaitan dengan kejadian.
Mulai dari akses masuk, area parkir, hingga bagian dalam gedung, menurutnya perlu diperiksa secara menyeluruh. Langkah ini dinilai krusial untuk mengungkap siapa pelaku utama, termasuk pihak yang diduga melakukan kekerasan secara langsung.
Selain itu, ia mendorong Kepolisian Republik Indonesia, termasuk Kapolri, untuk turun tangan langsung. Ia juga meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri ikut terlibat guna memastikan tidak ada unsur pembiaran atau keterlibatan oknum.
“Tidak masuk akal jika gerombolan preman bisa masuk dengan bebas ke pusat penegakan hukum. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau keterlibatan oknum tertentu,” tegasnya.
Suryadi mengingatkan bahwa masyarakat Aceh sangat menjunjung tinggi hukum dan keadilan. Ia mengkhawatirkan potensi meningkatnya reaksi publik jika kasus ini tidak segera dituntaskan hingga ke dalang utamanya.
Ia juga menyinggung pernyataan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang sebelumnya meminta aparat bertindak tegas terhadap praktik premanisme. Penegakan hukum tanpa pengecualian dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat.
Tak hanya itu, Suryadi turut meminta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk memanggil Kapolda Metro Jaya. Tujuannya, meminta penjelasan resmi terkait penanganan kasus yang dinilai telah mencoreng citra penegakan hukum.
Menurutnya, masyarakat Aceh memiliki sejarah panjang dalam menjaga keutuhan negara. Oleh karena itu, ia berharap proses hukum berjalan transparan agar kepercayaan terhadap institusi tetap terjaga.
“Saat ini rakyat Aceh merindukan keadilan. Jangan biarkan institusi Polri tercoreng oleh ulah oknum. Kami percaya Kapolri mampu menyelesaikan kasus ini secara transparan dan profesional,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya terkait perkembangan penangkapan pelaku utama. Kasus ini masih menjadi perhatian publik dan terus mendapat sorotan luas.
Masyarakat pun menanti langkah tegas aparat agar keadilan dapat ditegakkan, tidak hanya bagi korban, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap hukum.
Editor: IJS










