Lautan Warga Padati Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Surken hingga Batutulis Berubah Jadi Panggung Tradisi

Ribuan warga menyaksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di kawasan Surya Kencana Kota Bogor. Foto: Harnas.id
Ribuan warga menyaksikan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda di kawasan Surya Kencana Kota Bogor. Foto: Harnas.id

Harnas.id, BOGOR – Ribuan masyarakat memadati kawasan Bumi Ageung Batutulis hingga Jalan Surya Kencana dalam gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung meriah di Kota Bogor, Jumat (8/5/2026) malam.

Sejak sore hari, warga mulai berdatangan dan memenuhi sisi jalan sepanjang rute kirab. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi untuk menyaksikan langsung perhelatan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Sunda di tengah Kota Hujan.

Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar daerah juga tampak memadati area kirab. Banyak di antaranya rela datang lebih awal demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan iring-iringan budaya yang menempuh rute sekitar 3,2 kilometer tersebut.

Atmosfer hangat langsung terasa sepanjang jalur kirab. Anak-anak, orang tua, hingga wisatawan tampak berbaur menikmati pertunjukan budaya yang berlangsung hingga malam hari.

Kawasan Jalan Surya Kencana yang biasanya dipenuhi aktivitas kuliner dan perdagangan berubah menjadi ruang budaya terbuka. Warga terlihat antusias mengabadikan momen kirab menggunakan telepon genggam mereka.

Rangkaian acara diawali dengan prosesi penyerahan Mahkota Binokasih yang berlangsung khidmat. Suasana semakin terasa sakral dengan iringan musik tradisional Sunda yang mengiringi jalannya prosesi budaya tersebut.

Setelah itu, kirab budaya mulai bergerak dengan menampilkan berbagai unsur kesenian dan tradisi dari sejumlah daerah di Jawa Barat.

Penampilan para seniman budaya sukses menarik perhatian masyarakat. Beragam kostum adat, tarian tradisional, hingga pertunjukan musik khas Sunda membuat suasana kirab semakin hidup.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim turut mengikuti jalannya kirab budaya.

Keduanya tampil menaiki kuda tunggang serta rangkaian kereta kencana yang menjadi salah satu perhatian masyarakat sepanjang jalur kirab.

Kegiatan budaya tersebut juga melibatkan partisipasi besar dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Tercatat ada:

  • 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat
  • 14 kampung adat
  • 885 seniman budaya
  • 20 penari Bali sebagai simbol persaudaraan budaya Nusantara

Kehadiran penari Bali menjadi warna tersendiri dalam kirab budaya tersebut. Penampilan itu sekaligus menggambarkan semangat kebersamaan lintas budaya dalam bingkai keberagaman Indonesia.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan.

“Kirab Budaya Bogor menjadi ruang kebersamaan untuk merayakan kekayaan tradisi, memperkuat persatuan, serta membanggakan Kota Bogor sebagai kota yang kaya akan nilai budaya dan keberagaman,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman dan modernisasi perkotaan.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda juga dinilai menjadi ruang pertemuan antara sejarah, tradisi, dan masyarakat modern yang hidup berdampingan di Kota Bogor.

Selain menghadirkan hiburan budaya, kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata lokal.

Kepadatan pengunjung di sejumlah titik menunjukkan bahwa agenda budaya masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, semangat pelestarian budaya Sunda diharapkan terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lintas generasi.

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda pun diproyeksikan menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.

Editor: IJS