Harnas.id, JAKARTA — Pemerintah mengeluarkan imbauan kepada jajaran pejabat negara untuk menyesuaikan pelaksanaan kegiatan Halal Bihalal dan open house pada Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan seremonial diminta tidak dilakukan secara berlebihan.
Surat imbauan bernomor B-40/M/S/HL.00/03/2026 tertanggal 16 Maret 2026 itu ditujukan kepada para menteri Kabinet Merah Putih, Jaksa Agung, Panglima TNI, hingga Kapolri serta pimpinan lembaga pemerintah lainnya.
Dalam surat tersebut, pemerintah tetap menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah Ramadan. Harapannya, momentum ini dapat memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Namun di sisi lain, pemerintah menyoroti kondisi nasional yang masih diwarnai sejumlah bencana alam di berbagai daerah. Situasi ini dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Selain itu, dinamika global juga menjadi pertimbangan dalam menjaga stabilitas nasional. Karena itu, kegiatan seremonial saat Lebaran diminta lebih bijak dan proporsional.
Pejabat dan instansi pemerintah diimbau untuk mengurangi kegiatan Halal Bihalal maupun open house yang bersifat seremoni. Fokus diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Sejumlah alternatif kegiatan yang dianjurkan antara lain pemberian santunan, kegiatan sosial, serta program produktif lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memberi dampak nyata di tengah kondisi yang ada.
Imbauan tersebut sekaligus menjadi sinyal agar perayaan Idulfitri tahun ini lebih mengedepankan empati sosial. Terutama bagi masyarakat yang masih terdampak bencana maupun tekanan ekonomi.
Pemerintah juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga sensitivitas sosial dalam setiap kegiatan. Momentum Lebaran dinilai tetap bisa dirayakan dengan sederhana namun bermakna.
Editor: IJS











