Simulasi Evakuasi Medis Udara Digelar di Situ Gede, Basarnas dan Pemkot Bogor Uji Respons Bencana

Simulasi evakuasi medis udara menggunakan helikopter Basarnas di kawasan Situ Gede, Kota Bogor
Simulasi evakuasi medis udara menggunakan helikopter Basarnas di kawasan Situ Gede, Kota Bogor

Harnas.id, BOGOR – Simulasi penanganan darurat kembali digelar di Kota Bogor. Kali ini, latihan difokuskan pada skenario evakuasi medis melalui jalur udara yang dilakukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan bersama Pemerintah Kota Bogor.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (10/3/2026). Latihan ini melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta serta unsur pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bogor.

Dalam simulasi tersebut, tim menggunakan satu unit helikopter rescue HR-3606 yang dioperasikan oleh satuan udara Basarnas. Selain itu, tiga perahu karet bermesin tempel juga disiagakan untuk mendukung proses evakuasi dari area perairan.

Skenario latihan menggambarkan kondisi darurat akibat banjir bandang yang menyebabkan sejumlah warga mengalami luka serius. Dalam situasi itu, BPBD menerima laporan awal lalu berkoordinasi dengan Basarnas untuk mempercepat proses pencarian serta evakuasi korban dari lokasi yang sulit dijangkau.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan simulasi ini bertujuan memastikan kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat, termasuk jika diperlukan evakuasi medis melalui jalur udara.

Menurutnya, keberadaan Basarnas di Bogor menjadi salah satu kekuatan penting dalam sistem penanganan bencana. Apalagi satuan udara Basarnas memiliki fasilitas helikopter yang beroperasi dari kawasan Lanud Atang Sendjaja.

“Sehingga dengan keberadaan Basarnas di Bogor dan Lanud ATS, ini menjadi bagian dari satu kekuatan, sinergi, dan kolaborasi lintas instansi untuk memastikan keselamatan warga. Jika terjadi sesuatu, penanganan bisa disiapkan dengan baik dan cepat,” ujar Dedie.

Simulasi ini menitikberatkan pada kecepatan respons tim penyelamat, penanganan pertolongan pertama, serta proses evakuasi korban yang berada dalam kondisi kritis.

Dalam praktiknya, tim berhasil mengevakuasi tiga korban dari lokasi kejadian. Satu korban dievakuasi menggunakan perahu karet, sementara dua korban lainnya diangkat melalui helikopter dengan teknik penyelamatan udara.

Operasi udara tersebut dipimpin oleh Komandan Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta, Letnan Kolonel Pnb Resque Pambudi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jakarta, Desiana Kartika Bahari menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi masa siaga Lebaran tahun 2026.

“Kami mengadakan simulasi evakuasi udara menggunakan helikopter dengan skenario seolah-olah kejadian berada di atas air, bisa di sungai, laut, maupun danau. Oleh karena itu kami bekerja sama dengan Pemkot Bogor untuk melaksanakan latihan ini secara bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa personel Basarnas dituntut selalu siap siaga selama 24 jam dalam menangani berbagai kondisi darurat. Pengalaman operasi penyelamatan melalui jalur udara juga telah dilakukan dalam sejumlah misi, termasuk evakuasi anak buah kapal di laut lepas.

Dalam situasi tertentu, evakuasi udara dinilai menjadi opsi paling efektif, terutama ketika korban berada di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau air.

Melalui latihan ini, unsur pemerintah daerah serta aparat wilayah juga memperoleh gambaran langsung mengenai prosedur evakuasi udara. Harapannya, koordinasi lintas lembaga dapat berjalan lebih cepat dan efektif jika terjadi kondisi darurat di lapangan.

Editor: IJS