Tabrakan di Jalur Layang TransJakarta Karena Sopir Diduga Tertidur, 23 Penumpang Luka

Tangkapan layar video warga memperlihatkan dua bus TransJakarta usai tabrakan di jalur langit Koridor 13, Jakarta Selatan. Foto: IG npd_troopers86
Tangkapan layar video warga memperlihatkan dua bus TransJakarta usai tabrakan di jalur langit Koridor 13, Jakarta Selatan. Foto: IG npd_troopers86

Harnas.id, JAKARTA – Dua unit bus TransJakarta terlibat tabrakan di koridor 13 ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi. Insiden terjadi di jalur layang atau yang kerap disebut “jalur langit” sekitar pukul 07.15 WIB.

Kecelakaan melibatkan bus operator Bianglala yang dikemudikan pria berinisial Y dari arah Kebayoran menuju Cipulir. Sementara satu bus lainnya milik Mayasari Bakti dikemudikan A, melaju dari arah berlawanan, Cipulir menuju Kebayoran.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Ojo Ruslani, mengungkapkan penyebab awal kecelakaan diduga karena sopir bus Bianglala mengantuk hingga tertidur saat mengemudi.

“Persis jam 7.15 WIB Saudara Y mengaku tertidur, ngantuk, akhirnya bus yang dikemudikan Y lari ke jalur Saudara A. Mungkin karena kelelahan,” kata Ojo dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Menurut Ojo, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, puluhan penumpang mengalami luka akibat benturan keras antarkedua armada.

“Luka 23 orang dialami penumpang dari Cipulir ke Kebayoran, posisi penuh karena mau berangkat kerja,” ujarnya.

Kondisi bus saat kejadian diketahui dalam keadaan padat penumpang, mengingat waktu insiden bertepatan dengan jam berangkat kerja. Situasi ini diduga memperbesar jumlah korban luka meski tidak ada korban meninggal dunia.

Manajemen TransJakarta menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Kepala Departemen Humas & CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, memastikan penanganan terhadap penumpang menjadi prioritas utama.

“Transjakarta memohon maaf yang sebesar-besarnya atas insiden kecelakaan yang melibatkan armada bus operator BMP 263 dan MYS 17100 di Koridor 13 (ruas Swadarma arah Cipulir), pagi ini, (23/2),” ujar Ayu.

Pihaknya menyatakan proses evakuasi dilakukan segera setelah kejadian. Penumpang dipindahkan ke halte terdekat untuk menghindari risiko lanjutan di jalur layang tersebut.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan pelanggan. Petugas telah melakukan evakuasi cepat ke halte terdekat, dan pelanggan yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan,” katanya.

Hingga kini, jumlah pasti penumpang di dalam kedua bus masih dalam pendataan. Aparat kepolisian juga masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan faktor penyebab, termasuk kemungkinan unsur kelelahan kerja pada pengemudi.

Insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan operasional transportasi publik, khususnya di jalur khusus seperti koridor 13 yang berada di lintasan layang. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen jam kerja dan kondisi pengemudi menjadi sorotan agar kejadian serupa tidak terulang.

Editor: IJS