Harnas.id, JAKARTA — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengonfirmasi masuknya virus influenza varian baru yang dikenal masyarakat sebagai super flu. Varian ini merupakan Influenza A subtipe H3N2 subclade K, yang terdeteksi melalui sistem surveilans laboratorium nasional sejak akhir 2025.
Meski disebut “super flu”, pemerintah menegaskan bahwa virus ini bukan penyakit baru, melainkan varian turunan influenza musiman yang mengalami mutasi. Namun demikian, tingkat penularannya dinilai lebih cepat sehingga perlu diwaspadai, terutama pada kelompok rentan.
Kapan Super Flu Terdeteksi Masuk Indonesia
Kasus super flu pertama kali teridentifikasi melalui pemeriksaan spesimen influenza di sejumlah laboratorium rujukan Kementerian Kesehatan pada November hingga Desember 2025. Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus terkonfirmasi secara nasional.
Kementerian Kesehatan menyatakan, seluruh kasus tersebut terdeteksi melalui penguatan surveilans dan bukan berasal dari lonjakan laporan rumah sakit, menandakan sistem pemantauan berjalan aktif.
Sebaran Wilayah Paling Banyak Terjangkit
Berdasarkan data pemantauan nasional, kasus super flu tersebar di 8 provinsi, dengan konsentrasi terbanyak sebagai berikut:
Jawa Timur: 23 kasus
Kalimantan Selatan: 18 kasus
Jawa Barat: 10 kasus
Sumatera Selatan: 5 kasus
Sumatera Utara: 3 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
DI Yogyakarta: 1 kasus
Sulawesi Utara: 1 kasus
Mayoritas pasien berasal dari kelompok anak-anak usia 1–10 tahun dan perempuan, meski kasus juga ditemukan pada orang dewasa.
Gejala Super Flu yang Perlu Diwaspadai
Gejala super flu secara umum mirip dengan influenza musiman, namun pada beberapa kasus dilaporkan berlangsung lebih intens. Gejala yang paling sering muncul meliputi:
Demam tinggi
Batuk dan pilek
Nyeri tenggorokan
Sakit kepala
Nyeri otot dan sendi
Lemas dan kelelahan
Pada anak-anak, dapat disertai penurunan nafsu makan
Kementerian Kesehatan menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan peningkatan tingkat keparahan maupun angka kematian akibat varian ini.
Langkah Pemerintah dan Imbauan ke Masyarakat
Pemerintah memastikan situasi masih terkendali dan belum memerlukan pembatasan aktivitas masyarakat. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui:
Penguatan surveilans influenza nasional
Edukasi pola hidup bersih dan sehat
Imbauan penggunaan masker bagi masyarakat bergejala
Anjuran segera memeriksakan diri jika mengalami gejala flu berat
Masyarakat diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan, terutama di tengah mobilitas tinggi pascalibur akhir tahun.
Super flu menjadi pengingat bahwa virus influenza terus bermutasi, sehingga kesadaran masyarakat dalam menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama pencegahan.
Editor: IJS











