
Harnas.id, JAKARTA — Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah untuk masuk ke dunia motorsports global. Salah satu opsi yang sedang dikaji perusahaan adalah berpartisipasi dalam ajang balap paling bergengsi, Formula 1.
Laporan tersebut pertama kali diungkap oleh Bloomberg pada Selasa (11/3/2026). Langkah ini disebut menjadi bagian dari strategi BYD untuk memperkuat daya tarik merek secara global, seiring ekspansi perusahaan yang semakin agresif di pasar internasional.
Sumber yang mengetahui pembahasan internal perusahaan menyebutkan bahwa BYD saat ini tengah mengevaluasi sejumlah jalur untuk masuk ke dunia balap internasional. Pilihan yang dipertimbangkan tidak hanya Formula 1, tetapi juga ajang FIA World Endurance Championship yang menaungi balapan legendaris 24 Hours of Le Mans.
Ajang tersebut dinilai menjadi pintu masuk yang lebih realistis bagi banyak produsen otomotif sebelum terjun langsung ke Formula 1. Namun, opsi tampil langsung di F1 tetap berada dalam radar perusahaan.
Dalam skenario tersebut, BYD memiliki beberapa kemungkinan langkah. Di antaranya membangun tim balap sendiri atau mengakuisisi tim yang sudah ada di grid Formula 1.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan perubahan arah teknologi dalam dunia balap. Dalam beberapa tahun terakhir, Formula 1 mulai mengembangkan teknologi hybrid yang semakin dekat dengan inovasi kendaraan listrik.
Di sisi lain, peluang masuknya pabrikan asal Tiongkok ke Formula 1 juga dinilai terbuka. Presiden Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), Mohammed Ben Sulayem, sebelumnya menyebut bahwa kehadiran pabrikan China akan menjadi langkah logis berikutnya bagi F1 setelah masuknya Cadillac.
Jika BYD benar-benar masuk ke ajang balap tersebut, mereka akan berhadapan langsung dengan sejumlah tim besar yang telah lama mendominasi kompetisi. Di antaranya Ferrari, Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, Red Bull Racing, hingga McLaren Formula 1 Team.
Namun hingga saat ini, BYD belum memberikan keputusan resmi terkait rencana tersebut. Diskusi internal perusahaan masih berlangsung dan berbagai opsi masih dalam tahap evaluasi.
Apabila langkah tersebut benar-benar terwujud, kehadiran BYD berpotensi menjadi babak baru bagi keterlibatan produsen mobil listrik dalam kompetisi motorsports kelas dunia.
Editor: IJS










