
Harnas.id, BOGOR – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri Indonesia Economic Summit (IES) in Action 2026 yang digelar di Ballroom C Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Forum ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan pemangku kebijakan, pelaku usaha, dan investor dari dalam maupun luar negeri.
IES 2026 mengusung tema Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity. Forum ekonomi berskala internasional ini membahas strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi yang tangguh sekaligus mendorong kesejahteraan bersama.
Pada hari pertama pelaksanaan, IES 2026 menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang terlibat langsung dalam perumusan kebijakan. Di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional yang juga Utusan Khusus Presiden untuk Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral, Mari Elka Pangestu.
Diskusi dalam forum ini menyoroti arah kebijakan ekonomi nasional, strategi menarik investasi jangka panjang, transformasi industri, hingga penguatan daya saing global. Selain itu, pengembangan ekonomi hijau dan pembangunan sumber daya manusia juga menjadi fokus pembahasan.
IES 2026 diharapkan tidak berhenti pada komitmen di meja diskusi. Forum ini diarahkan untuk mendorong realisasi proyek konkret yang mampu menyerap tenaga kerja dan mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa dialog tersebut membahas posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan geopolitik global. Termasuk langkah strategis menyiapkan masa depan pembangunan, ekonomi, dan infrastruktur nasional.
Indonesia, kata AHY, perlu terus membangun kemandirian sesuai visi Asta Cita Presiden. Upaya itu mencakup penguatan ketahanan pangan, energi, dan air, sekaligus memperkuat infrastruktur sebagai fondasi pembangunan.
“Infrastruktur bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah, sekaligus solusi ketimpangan. Infrastruktur juga berperan membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan,” ujar AHY.
Arah pembangunan tersebut dinilai sejalan dengan kebijakan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Bogor. Melalui visi Bogor Beres dan Bogor Maju, Pemkot Bogor menurunkannya dalam program Bogor Lancar, Bogor Cerdas, serta Bogor Sehat dan Sejahtera.
Kinerja investasi dan dunia usaha di Kota Bogor juga menunjukkan tren positif. Mulai dari sektor usaha mikro hingga perusahaan berskala besar, capaian investasi terus mengalami peningkatan.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Bogor melanjutkan sejumlah proyek untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Pengembangan sistem transportasi juga diperluas melalui kolaborasi dengan DKI Jakarta, termasuk pengoperasian layanan Transjabodetabek P11 rute Terminal Baranangsiang–Blok M.
Memasuki 2026, berbagai rencana strategis telah disiapkan Pemkot Bogor. Seluruhnya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor: IJS










