Bundaran HI Disulap Jadi Panggung Cahaya, “Rhythm of Fountain” Hidupkan Malam Jakarta Jelang Lebaran

Pertunjukan cahaya dan air dalam acara Eid Mubarak Jakarta di Bundaran HI. Foto: IG Disparekraf DKI Jakarta
Pertunjukan cahaya dan air dalam acara Eid Mubarak Jakarta di Bundaran HI. Foto: IG Disparekraf DKI Jakarta

Harnas.id, JAKARTA – Ruang publik ibu kota kembali dihidupkan lewat gelaran spesial bertajuk Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain yang digelar di kawasan Bundaran HI. Acara ini menjadi bagian dari perayaan menyambut Idulfitri dengan menghadirkan kombinasi hiburan visual dan religi di pusat kota.

Digelar selama dua hari, 19–20 Maret 2026, mulai pukul 18.10 hingga 22.00 WIB, acara ini menawarkan pengalaman berbeda bagi warga Jakarta. Pengunjung diajak menikmati suasana malam yang dikemas dalam pertunjukan cahaya, musik, dan budaya dalam satu panggung terbuka.

Salah satu daya tarik utama adalah pertunjukan Rampag Bedug yang menghadirkan nuansa khas Ramadan. Irama bedug yang dimainkan secara kolosal menjadi pembuka suasana, sekaligus menguatkan identitas tradisi dalam kemasan modern.

Tak hanya itu, pertunjukan Dancing Fountain dipadukan dengan lighting show dan laser show menciptakan visual dinamis di kawasan ikonik tersebut. Permainan air, cahaya, dan warna menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang datang menikmati suasana malam di pusat ibu kota.

Atraksi semakin lengkap dengan kehadiran Flying LED Show yang menghadirkan elemen teknologi dalam pertunjukan udara. Formasi cahaya yang bergerak di langit malam menjadi salah satu momen visual yang paling ditunggu pengunjung.

Selain hiburan, acara ini juga menghadirkan sentuhan religi. Tausiyah dari Ustadz Akri menjadi bagian dari rangkaian acara, memberikan pesan spiritual di tengah suasana kebersamaan Ramadan.

Penampilan musik religi dari Hadad Alwi turut melengkapi suasana. Lagu-lagu bernuansa islami yang dibawakan diharapkan mampu menghadirkan kehangatan sekaligus refleksi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Acara ini sekaligus menunjukkan bagaimana ruang publik Jakarta dimanfaatkan sebagai titik temu masyarakat. Kombinasi hiburan, budaya, dan religi menjadi pendekatan yang memperkuat kebersamaan di tengah dinamika kota.

Dengan konsep terbuka dan mudah diakses, kegiatan ini diproyeksikan menjadi salah satu magnet warga untuk menikmati malam Ramadan tanpa harus meninggalkan pusat kota.

Editor: IJS