BAZNAS Dirikan Masjid Darurat di Gaza, Ibadah Jalan Terus di Tengah Krisis

Masjid darurat yang dibangun BAZNAS untuk warga terdampak konflik di Gaza. Foto Baznas
Masjid darurat yang dibangun BAZNAS untuk warga terdampak konflik di Gaza. Foto Baznas

Harnas.id, JAKARTA – Krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza tak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga membatasi ruang ibadah warga. Di tengah kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan solusi cepat dengan membangun tiga masjid darurat di wilayah terdampak.

Tiga masjid tersebut tersebar di sejumlah titik, yakni Asdaa Region Northwest Khan Younis, Abu Ali Eyad Street, serta Deir Al-Balah. Lokasi ini dipilih karena menjadi area dengan kebutuhan mendesak akibat kerusakan fasilitas umum, termasuk tempat ibadah.

Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, mengatakan pembangunan ini menjadi respons atas situasi lapangan yang tidak memungkinkan masyarakat beribadah secara normal. Konflik yang terus berlangsung membuat banyak masjid tidak lagi bisa digunakan.

“Alhamdulillah tiga masjid darurat telah rampung BAZNAS dirikan di Gaza dan sudah digunakan juga saat Ramadan dan Idulfitri. Setiap masjid darurat memiliki luas sekitar 180 meter persegi dan mampu menampung hingga 100 orang,” ujar Subhan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, kehadiran masjid darurat tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Di tengah keterbatasan, ruang tersebut juga menjadi titik kumpul warga untuk menjaga kebersamaan dan ketahanan sosial.

Menurutnya, pembangunan ini sekaligus menjadi simbol solidaritas masyarakat Indonesia terhadap warga Palestina. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk fasilitas yang langsung dapat digunakan oleh masyarakat terdampak.

“Ini menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan masyarakat Indonesia untuk Palestina,” kata Subhan yang juga menjabat Sekretaris Satgas Palestina BAZNAS RI.

BAZNAS berharap masjid darurat ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga setempat. Selain untuk ibadah, fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi ruang aman untuk mempererat hubungan sosial di tengah tekanan konflik.

“Kami berharap masjid ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk beribadah, serta menjadi ruang berkumpul dan memperkuat kebersamaan warga di tengah kondisi konflik,” lanjutnya.

Subhan turut menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini tidak lepas dari kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.

“Pendirian tiga masjid darurat ini tidak terlepas dari uluran tangan para muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak dan sedekah melalui BAZNAS,” ujarnya.

Selama Ramadan 1447 Hijriah, BAZNAS juga terus menyalurkan bantuan kemanusiaan lainnya ke Palestina. Bantuan tersebut mencakup paket makanan, makanan siap saji, layanan kesehatan, air bersih, pakaian, tenda pemukiman, selimut, hingga fasilitas pendidikan sementara.

Langkah ini menunjukkan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat secara menyeluruh. Di tengah konflik, keberlanjutan bantuan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas hidup warga.

Editor: IJS