
Harnas.id, SURABAYA – Momen halalbihalal di Institut Teknologi Sepuluh Nopember tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Lebih dari itu, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ruang refleksi untuk menegaskan peran kampus dalam memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar ITS 1447 Hijriah digelar di Grha Sepuluh Nopember, Senin (30/3/2026). Agenda tahunan ini diikuti sivitas akademika sebagai bagian dari tradisi pasca-Idulfitri sekaligus penguatan nilai kebersamaan di lingkungan kampus.
Rektor ITS, Bambang Pramujati, mengatakan momentum ini penting untuk membangun kembali semangat kolaborasi. Ia menilai tantangan global yang semakin kompleks membutuhkan soliditas internal yang kuat.
“Halalbihalal ini menjadi ruang refleksi kolektif untuk memperkuat kolaborasi dalam institusi,” ujarnya.
Dengan mengusung tema SDM Tangguh dan Berakhlak Mulia sebagai Pilar Kemajuan Institusi, Bambang menilai penguatan karakter menjadi kunci dalam menjaga daya saing. Menurutnya, capaian ITS di tingkat global tidak lepas dari kontribusi seluruh elemen kampus.
Ia juga menegaskan bahwa visibilitas internasional bukan hanya soal prestasi akademik. Lebih dari itu, ada tanggung jawab untuk memberi kontribusi bagi peradaban.
“Kolaborasi antarsivitas menjadi kekuatan utama untuk melangkah bersama menghadapi masa depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Muhammad Cholil Nafis, menyoroti pentingnya orientasi kebermanfaatan dalam dunia pendidikan. Ia menilai keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dampaknya bagi masyarakat.
“Dampak itu tidak harus besar, tetapi harus dirasakan dan memberi manfaat,” katanya.
Cholil Nafis juga mengaitkan nilai Ramadan sebagai proses pembentukan sumber daya manusia yang utuh. Menurutnya, kekuatan intelektual harus berjalan seiring dengan integritas dan semangat pengabdian.
Sejalan dengan pesan tersebut, ITS melalui program Ramadan di Kampus (RDK) ke-47 menunjukkan aksi nyata. Dalam kegiatan itu, lebih dari 3 ton beras zakat dan fidyah disalurkan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, Yayasan Manarul Ilmi ITS juga menyalurkan bantuan kepada lebih dari 100 ribu penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk tetap hadir di tengah masyarakat.
Pada kegiatan ini, ITS juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi di bidang keagamaan. Sebanyak tiga mahasiswa hafiz dan lima mahasiswi hafizah menerima apresiasi yang mewakili total 14 penerima.
Selain itu, tiga paket umrah turut diberikan kepada sivitas ITS sebagai bentuk penghargaan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari pembentukan karakter yang seimbang antara akademik dan spiritual.
ITS juga menggandeng Bank Syariah Indonesia dalam kegiatan ini. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi terhadap agenda global, khususnya dalam mendorong kemitraan yang berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, ITS ingin menegaskan bahwa peran kampus tidak berhenti di ruang kelas. Lebih jauh, institusi pendidikan diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Editor: IJS










