Harnas.id, LOMBOK TENGAH – Ajang Mandalika Kartini Race 2026 yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit bukan sekadar balapan. Event ini menjadi ruang tampil bagi pembalap perempuan Indonesia untuk menunjukkan kapasitasnya di lintasan.
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Alinka Hardianti. Pembalap nasional ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia motorsport, dengan pengalaman lintas disiplin yang membentuk gaya balapnya.
Ketertarikan Alinka terhadap dunia balap tidak datang tiba-tiba. Ia telah mengenal motorsport sejak duduk di bangku sekolah dasar, dipengaruhi lingkungan keluarga yang lekat dengan dunia balap, termasuk sang ayah yang juga seorang pembalap.
Perjalanan seriusnya dimulai saat SMP. Sejak itu, ia aktif menjajal berbagai cabang, mulai dari slalom, drifting, touring, hingga rally. Ragam pengalaman ini membuatnya dikenal sebagai pembalap yang adaptif di berbagai kondisi lintasan.
Pada musim 2026, Alinka dipercaya memperkuat Toyota Gazoo Racing Indonesia. Di tengah aktivitas profesionalnya, ia juga menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, yang menuntut manajemen waktu dan konsistensi tinggi.
Keikutsertaannya dalam Kartini Race berawal dari ajakan komunitas Women in Motorsport di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia. Namun, alih-alih sekadar mengisi slot peserta, Alinka bersama rekan-rekannya melihat ini sebagai peluang untuk turun langsung dan berkompetisi.
“Ajang ini bukan sekadar lomba, tapi juga pengalaman baru,” ujarnya.
Tantangan bagi Alinka tidak ringan. Ia mengaku belum pernah menjajal lintasan Mandalika, serta belum memiliki pengalaman dalam format one-make race. Kondisi ini justru menjadi pemicu untuk beradaptasi lebih cepat.
Dalam persiapan, ia fokus pada kesiapan fisik dan mental. Latihan dilakukan secara rutin, termasuk simulasi balap untuk memahami karakter sirkuit, mengingat waktu latihan langsung di lintasan cukup terbatas.
Menariknya, proses latihan dilakukan dalam suasana yang tetap santai. Hal ini sejalan dengan semangat Kartini Race yang mengedepankan kebersamaan, tanpa menghilangkan sisi kompetitif.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menilai kehadiran Alinka membawa makna lebih luas.
“Keikutsertaan Alinka Hardianti sebagai peserta Mandalika Kartini Race 2026 menjadi simbol semangat emansipasi di dunia motorsport. Ia tidak hanya membawa pengalaman dan kemampuan, tetapi juga inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk berani terjun ke dunia balap,” ujarnya.
Ia menambahkan, kombinasi pengalaman dan dedikasi yang dimiliki Alinka membuat penampilannya layak dinantikan. Ajang ini juga diharapkan menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan pembalap perempuan di Indonesia.
Di tengah dominasi pembalap pria, kehadiran figur seperti Alinka memberi warna baru. Bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan di dunia motorsport nasional.
Editor: IJS











