Harnas.id, MANDALIKA — Persiapan jelang ajang balap internasional GT World Challenge Asia yang digelar pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit terus dimatangkan. Fokus tidak hanya pada lintasan, tetapi juga kesiapan tim marshal, recovery, dan medis sebagai garda terdepan keselamatan balapan.
Salah satu tahapan penting yang dijalankan adalah hoisting exercise, yakni latihan pengangkatan mobil balap dalam kondisi darurat. Latihan ini menjadi bagian krusial untuk memastikan prosedur evakuasi berjalan cepat, aman, dan sesuai standar internasional.
Kegiatan tersebut melibatkan tim dari SRO Motorsports Group bersama marshal, tim recovery, serta tim medis. Kolaborasi ini bertujuan menyamakan prosedur dan meningkatkan respons di lapangan.
Clerk of the Course (CoC), Awallutfi Andhika Putra, menjelaskan bahwa latihan ini menguji kesiapan teknis tim secara menyeluruh. “Pagi ini kami bersama tim SRO dan tim rescue dari marshal dan recovery sedang melakukan hoisting exercise. Ini adalah latihan mengangkat mobil menggunakan peralatan khusus dari SRO untuk mengetahui keseimbangan masing-masing mobil, apakah lebih berat ke depan, ke belakang, atau seimbang,” ujarnya.
Menurutnya, setiap mobil memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan. Oleh karena itu, latihan ini juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri tim recovery.
“Bagaimana melatih confidence tim recovery saat harus mengangkat mobil dalam kondisi tertentu. Ini penting karena setiap mobil memiliki karakteristik berbeda,” tambahnya.
Selain aspek teknis kendaraan, kesiapan tim medis juga diuji melalui simulasi terpisah. Latihan extrication atau evakuasi pembalap dari dalam mobil dilakukan dengan standar waktu ketat.
Deputy Chief Medical Officer, Dokter Radi, menyebut hasil latihan menunjukkan performa yang solid. “Pagi tadi kita sudah melakukan latihan extrication medical dengan waktu di bawah 5 menit, dan itu sangat bagus. Kekompakan tim sudah terbentuk dengan baik, dan kami siap menjalankan seluruh protokol medis, baik dalam kondisi darurat maupun non-darurat,” ungkapnya.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ajang ini. Standar internasional dari SRO menjadi acuan dalam setiap tahapan persiapan.
“Kami memastikan seluruh tim, baik marshal, recovery, maupun medis, telah melalui serangkaian latihan sesuai standar internasional dari SRO. Hoisting exercise dan simulasi extrication ini menjadi bagian penting untuk menjamin respon cepat dan tepat dalam setiap situasi di lintasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapan ini menjadi indikator keseriusan Mandalika dalam menjadi tuan rumah event motorsport kelas dunia. Dengan sistem yang teruji, penyelenggaraan diharapkan berjalan tanpa hambatan.
“Dengan persiapan yang matang, kami optimistis penyelenggaraan GT World Challenge Asia di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan memenuhi standar global,” kata Priandhi.
Latihan terpadu ini sekaligus menunjukkan bahwa keselamatan bukan sekadar pelengkap dalam balapan, melainkan bagian inti dari penyelenggaraan. Kesiapan marshal, recovery, dan tim medis menjadi fondasi penting untuk memastikan kompetisi berlangsung profesional dan aman bagi seluruh pihak.
Editor: IJS











