
Harnas.id, BOGOR – Di tengah derasnya tren budaya populer dan gaya hidup digital yang dekat dengan generasi muda, minat terhadap seni tradisional ternyata belum benar-benar hilang. Di Kota Bogor, semangat menjaga budaya lokal justru muncul dari kalangan remaja, salah satunya melalui sosok penari muda bernama Raina Maria Santihayu.
Siswi SMP Kesatuan Kota Bogor itu kini aktif mendalami seni tari Jaipong bersama Sanggar Laras Pakuan. Meski baru bergabung sekitar delapan bulan, Raina mulai dikenal lewat sejumlah penampilannya di berbagai acara budaya dan kegiatan pemerintahan di Kota Bogor.
Bagi Raina, Jaipong bukan sekadar seni pertunjukan. Ia melihat tarian khas Jawa Barat tersebut sebagai bagian dari identitas budaya Sunda yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Jaipong itu terkenal dengan gerakannya yang enerjik, luwes, dan mengikuti irama musik tradisional. Inilah yang menjadi pilihan saya, mumpung masih muda,” ujar Raina, Kamis (7/5/2026).
Ketertarikan Raina terhadap Jaipong disebut tumbuh karena karakter tariannya yang dinamis dan ekspresif. Gerakan yang enerjik dipadukan dengan musik tradisional khas Sunda membuatnya merasa memiliki tantangan tersendiri saat tampil di atas panggung.
Meski usianya masih muda dan belum genap satu tahun menjalani latihan intensif, pengalaman tampil Raina terbilang cukup banyak. Ia sudah beberapa kali dipercaya tampil dalam berbagai agenda seni dan budaya di Kota Bogor.
Beberapa acara yang pernah diikutinya antara lain:
- Bogor Rasa Malaysia di Botani Square
- Festival Pagelaran Seni Budaya Nusantara di Gedung DPRD Kota Bogor
- Pagelaran dan Evaluasi Tari Sanggar Laras Pakuan di Mall BTM
- Penutupan Cap Go Meh
- Halal Bihalal Pelaku Seni Budaya Bogor
- Kegiatan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika tampil membawakan tari sambutan untuk Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dipadukan dengan acara seni budaya Sunda.
Menurut Raina, tantangan terbesar dalam menari Jaipong terletak pada kemampuan mengikuti tempo musik yang cepat dan berubah-ubah. Selain itu, penari juga dituntut menguasai banyak detail gerakan agar tetap selaras dengan irama.
“Banyak gerakan yang harus dikuasai, tetapi karena iramanya yang khas, menari Jaipong memberikan kepuasan tersendiri,” tambahnya.
Saat ini, Raina juga tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam agenda peringatan Hari Jadi Bogor (HJB). Rencananya, ia akan kembali tampil pada akhir bulan ini di kawasan GOR Pajajaran.
Kehadiran Raina menjadi gambaran bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di tengah generasi Z. Di saat banyak anak muda lebih dekat dengan budaya populer digital, langkah yang diambil Raina menunjukkan bahwa budaya lokal tetap bisa tampil modern, menarik, dan membanggakan.
Dengan kostum khas Sunda dan gerakan tari yang lincah, Raina Maria Santihayu perlahan menjadi salah satu wajah muda yang ikut menjaga denyut budaya tradisional tetap hidup di Kota Bogor.
Editor: IJS










