Kapolda Sumsel Ingatkan Karhutla Tak Bisa Lagi Dilawan dengan Cara Lama

Sandi Nugroho memimpin Apel Besar Siaga Karhutla dan Sabuk Kamtibmas di Mapolres Lahat, Sumatera Selatan. Foto: Polri
Sandi Nugroho memimpin Apel Besar Siaga Karhutla dan Sabuk Kamtibmas di Mapolres Lahat, Sumatera Selatan. Foto: Polri

Harnas.id, LAHATSandi Nugroho memimpin langsung Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Sabuk Kamtibmas di Lapangan Mapolres Lahat, Minggu (17/5/2026). Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan penanganan Karhutla harus mulai meninggalkan pola konvensional dengan memaksimalkan teknologi serta pendekatan yang lebih solutif kepada masyarakat.

Apel gabungan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektoral di Kabupaten Lahat. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Widia Ningsih, Sekda Izromaita, hingga Ketua DPRD Fitrizal Homizi. Kapolda juga didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sumsel.

Pasukan yang disiagakan terdiri dari personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, Damkar, hingga Manggala Agni. Menariknya, apel turut melibatkan elemen masyarakat mulai dari Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan Sabuk Kamtibmas, komunitas ojek online, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga perusahaan swasta.

Dalam amanatnya, Sandi Nugroho menekankan bahwa ancaman Karhutla harus direspons dengan cepat dan tepat. Ia meminta seluruh jajaran mulai memanfaatkan teknologi untuk mendeteksi titik api secara real-time agar penanganan lebih efektif.

“Penanganan Karhutla tidak boleh lagi menggunakan pola-pola lama. Kita harus memanfaatkan teknologi untuk memantau titik api secara real-time. Deteksi dini harus dilakukan, dan setiap kerawanan harus segera dipetakan,” tegas Kapolda Sumsel.

Selain penguatan teknologi, Kapolda juga mendorong adanya solusi konkret bagi masyarakat, khususnya petani, agar tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Salah satu langkah yang didorong yakni pemberian bantuan alat berat sebagai alternatif pengolahan lahan.

Menurutnya, pendekatan penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi solusi yang bisa diterima masyarakat di lapangan.

Di sisi lain, Kapolda turut menyoroti pentingnya program Sabuk Kamtibmas sebagai bagian dari sistem pengamanan berbasis masyarakat. Program tersebut disebut tidak hanya fokus pada pencegahan kriminalitas fisik, tetapi juga menjadi cooling system menghadapi penyebaran hoaks dan provokasi di ruang digital.

Dalam arahannya, Sandi Nugroho meminta seluruh pihak menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi lintas lembaga. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat yang tetap dibarengi penegakan hukum secara objektif.

Kapolda turut mengingatkan pentingnya penguatan sistem keamanan lingkungan atau siskamling di tengah masyarakat. Menurutnya, stabilitas keamanan harus dibangun bersama melalui komunikasi dan kepedulian sosial.

“Sudahkah Anda berbuat baik hari ini?” ucap Kapolda di akhir amanatnya sebagai pesan reflektif kepada seluruh personel dan peserta apel.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel mengatakan apel gabungan tersebut menjadi bukti kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla maupun gangguan keamanan lainnya di wilayah Sumatera Selatan.

Menurutnya, pendekatan yang diterapkan saat ini mengedepankan modernisasi sistem deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum yang tetap tegas jika ditemukan pelanggaran serius.

“Penegasan dari Bapak Kapolda sangat jelas, kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Keterlibatan personel dari Polri, TNI, Pemda, hingga elemen masyarakat membuktikan ekosistem keamanan di Sumsel sudah terbangun kuat,” ujar Kabid Humas.

Apel siaga Karhutla dan Sabuk Kamtibmas tersebut sekaligus menjadi bentuk kesiapan pemerintah daerah dan aparat keamanan menghadapi potensi bencana asap yang kerap muncul saat musim kemarau. Dengan sinergi lintas sektor, Polda Sumsel berharap stabilitas keamanan dan aktivitas masyarakat tetap terjaga.

Editor: IJS