Ops Damai Cartenz Kawal Peresmian Gereja di Kiwirok, Pendekatan Humanis Jadi Sorotan

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan pengamanan saat peresmian Gereja Injil Indonesia di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang. Foto: Satgas Cartenz
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan pengamanan saat peresmian Gereja Injil Indonesia di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang. Foto: Satgas Cartenz

Harnas.id, PAPUA – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan pengamanan kegiatan peresmian Gereja Injil Indonesia di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Jumat (15/5/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dan kegiatan berjalan aman, tertib, serta kondusif.

Kegiatan pengamanan dipimpin langsung oleh Danpos Kiwirok IPTU Enabel Julian dengan melibatkan 14 personel Satgas Tindak Ops Damai Cartenz 2026. Sejak pagi hari, aparat telah bersiaga di sekitar lokasi guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hadir.

Selain melakukan pengamanan terbuka dan tertutup, personel juga aktif menjalin komunikasi dengan tokoh agama serta warga setempat. Pendekatan dialogis dan humanis disebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas aparat di wilayah Papua.

Suasana peresmian gereja berlangsung khidmat dengan dihadiri masyarakat sekitar yang tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah. Kehadiran aparat keamanan di lokasi juga dinilai membantu menciptakan rasa tenang selama acara berlangsung.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bentuk komitmen aparat dalam menjamin kebebasan masyarakat menjalankan ibadah secara aman dan damai.

“Kehadiran personel dalam kegiatan keagamaan bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan penuh sukacita,” ujar Faizal Ramadhani.

Ia menegaskan pendekatan yang digunakan aparat di Papua tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menghormati nilai budaya dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

“Kami terus mengedepankan pendekatan humanis dan penuh rasa hormat terhadap nilai-nilai keagamaan serta budaya masyarakat Papua,” lanjutnya.

Menurut Faizal, stabilitas keamanan di Papua harus dibangun melalui kerja sama dan semangat persaudaraan antar seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat terus diperkuat dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga mengatakan pengamanan terhadap kegiatan masyarakat akan terus dilakukan secara profesional dan persuasif.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa aparat hadir sebagai pelindung dan pengayom. Melalui pendekatan dialogis dan humanis, kami berharap hubungan baik antara aparat dan masyarakat dapat terus terjalin demi terciptanya Papua yang aman dan damai,” ungkapnya.

Kegiatan pengamanan peresmian gereja di Distrik Kiwirok tersebut menjadi bagian dari upaya Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat nilai toleransi dan keharmonisan di tengah masyarakat Papua.

Editor: IJS