
Harnas.id, DEPOK – Bagi sebagian orang, menempuh perjalanan hampir 24 jam menggunakan sepeda motor mungkin terdengar melelahkan. Namun bagi para scooterist, setiap kilometer justru menyimpan cerita. Ada tawa, kebersamaan, tantangan, hingga momen-momen sederhana yang justru menjadi kenangan paling berharga.
Itulah yang dirasakan rombongan BK Scooter Indonesia (BKSI) bersama Scootnelis (SN) saat melakukan touring menuju Jogja Scooter Parade 2026, festival budaya skuter yang setiap tahun menjadi magnet ribuan pecinta Vespa dari berbagai penjuru Indonesia.
Sebanyak 10 unit Vespa matic diberangkatkan dari Depok dengan satu tujuan yang sama, yakni Yogyakarta. Namun bagi mereka, tujuan sesungguhnya bukan sekadar tiba di Kota Gudeg, melainkan menikmati setiap detik perjalanan yang dilalui bersama.
Keberangkatan dilakukan pada malam hari. Jalanan yang lengang menghadirkan suasana berbeda. Deru mesin Vespa berpadu dengan semilir angin malam menciptakan perjalanan yang terasa syahdu.
Rombongan memilih jalur Pantura sebagai lintasan awal sebelum nantinya sebagian perjalanan beralih ke jalur selatan Jawa yang menawarkan karakter jalan dan panorama berbeda.
Perhentian pertama dilakukan di SPBU Cikampek. Tidak ada yang istimewa selain mengisi bahan bakar, mengecek kondisi motor, dan meregangkan otot sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Namun justru di tempat-tempat sederhana seperti inilah obrolan hangat antarsesama rider mengalir tanpa terasa.
Menjelang fajar, rombongan tiba di SPBU Cirebon. Rasa kantuk mulai menyerang setelah semalaman berkendara. Meski demikian, semangat untuk segera tiba di Yogyakarta tetap mengalahkan rasa lelah.
Setelah mengisi bahan bakar, seluruh anggota memanfaatkan waktu untuk menunaikan salat Subuh sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Yang paling berat sebenarnya bukan jalannya, tetapi melawan rasa kantuk. Untungnya perjalanan dilakukan bersama-sama, jadi semangat itu terus terjaga,” ungkap salah satu peserta touring.
Menariknya, perjalanan kali ini nyaris tanpa kendala mekanis. Seluruh Vespa telah menjalani pemeriksaan menyeluruh di BK Garage, bengkel milik BK Scooter Indonesia, sebelum keberangkatan. Mulai dari mesin, sistem pengereman, ban hingga kelistrikan dipastikan dalam kondisi prima.
Namun justru ketika semua kemungkinan kerusakan telah diantisipasi, rombongan dihadapkan pada kejadian yang sama sekali tidak terpikirkan.
Bukan ban bocor.
Bukan mesin overheat.
Bukan pula aki bermasalah.
Salah satu motor justru kehilangan tutup tangki bensin saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU.
Peristiwa yang terdengar sepele itu sontak mengundang gelak tawa seluruh rombongan.
“Hampir semua spare part cadangan sudah kami siapkan. Tapi ternyata yang hilang malah tutup tangki bensin. Benar-benar di luar dugaan,” canda Jordan.
Selepas sarapan di kawasan Pejagan, rombongan mulai memasuki jalur selatan Pulau Jawa. Karakter perjalanan pun berubah. Jika sebelumnya didominasi kendaraan logistik seperti bus dan truk besar di jalur Pantura, kini mata dimanjakan oleh hamparan perbukitan, pesawahan, jalan berkelok, dan udara yang terasa lebih sejuk.
Di Purwokerto, perjalanan kembali dihentikan sejenak. Selain beristirahat dan meluruskan kaki, rombongan memanfaatkan kesempatan untuk menunaikan salat Jumat. Sebelum kembali melanjutkan perjalanan, mereka juga menyempatkan diri berkeliling kota untuk berburu kuliner khas Purwokerto.
Selepas itu, perjalanan kembali berlanjut menuju Purworejo melalui ruas legendaris Jalan Daendels. Jalur ini menawarkan sensasi berkendara yang berbeda dengan bentang alam yang memanjakan mata sekaligus menguji konsentrasi para rider.
Semakin mendekati Yogyakarta, suasana perjalanan terasa semakin meriah.
Di sepanjang jalan, rombongan mulai bertemu dengan komunitas Vespa dari berbagai kota di Indonesia. Ada yang datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan luar Pulau Jawa. Seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni menghadiri Jogja Scooter Parade 2026.
Lambaian tangan, bunyi klakson, hingga salam dua jari menjadi bahasa universal yang memperlihatkan eratnya persaudaraan di antara para scooterist.
Hampir 24 jam perjalanan akhirnya terbayar ketika rombongan memasuki Kota Yogyakarta.
Tidak ada sorak kemenangan.
Tidak ada selebrasi berlebihan.
Yang ada hanyalah senyum lega dan rasa syukur karena seluruh anggota tiba dengan selamat.
Bagi komunitas Vespa, touring memang tidak pernah diukur dari seberapa cepat mencapai garis akhir. Nilai sesungguhnya justru lahir dari setiap cerita yang tercipta di sepanjang perjalanan, dari secangkir kopi di SPBU, obrolan di pinggir jalan, berburu kuliner daerah, hingga kejadian-kejadian kecil yang kelak menjadi bahan cerita setiap kali kembali berkumpul.
Karena itulah, bagi para scooterist, Jogja Scooter Parade 2026 bukan hanya sebuah destinasi. Ia adalah alasan untuk kembali menghidupkan semangat persaudaraan, menjelajahi jalanan Indonesia, dan membuktikan bahwa touring bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang paling menikmati perjalanan.
“Kalau kalian bagaimana? Siap menyusul perjalanan berikutnya?”
Editor: IJS










