
Harnas.id, BOGOR – Kompetisi mini soccer Bogor Youth League 2026 resmi berakhir setelah berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari sekolah sepak bola (SSB) di Kota Bogor. Ajang yang menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembinaan usia dini tersebut diikuti oleh 32 SSB yang bersaing dengan semangat fair play dan menjunjung tinggi sportivitas.
Turnamen ini tidak hanya menjadi tempat adu kemampuan di atas lapangan, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter para pemain muda. Sejak awal kompetisi, penyelenggara menekankan pentingnya nilai kebersamaan, disiplin, dan sikap saling menghormati antarpeserta.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang sebelumnya membuka kompetisi tersebut, kembali hadir untuk menyaksikan partai puncak hingga pertandingan berakhir. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan sepak bola usia muda di Kota Hujan.
Setelah laga final selesai digelar, Dedie Rachim secara resmi menutup rangkaian Bogor Youth League dengan menyerahkan piala dan medali kepada para juara. Prosesi penutupan berlangsung di Taman Manunggal, Kota Bogor, Minggu (26/7/2026).
Suasana penutupan berlangsung meriah dengan kehadiran para pemain, pelatih, orang tua, dan masyarakat yang turut memberikan dukungan kepada para peserta. Selain seremoni penghargaan, kegiatan juga diwarnai berbagai hiburan yang menambah semarak acara.
Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung adalah penampilan seni tari tradisional yang disuguhkan pada penutupan kompetisi. Pertunjukan tersebut memberikan nuansa budaya sekaligus menambah keceriaan di tengah perayaan berakhirnya turnamen.
Dedie Rachim mengatakan bahwa Bogor Youth League memiliki nilai penting dalam proses pembinaan atlet usia dini. Menurutnya, kompetisi seperti ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar bertanding secara sehat sekaligus memahami makna sportivitas sejak dini.
Ia menilai pembentukan mental dan karakter atlet tidak kalah penting dibandingkan kemampuan teknis di lapangan. Karena itu, turnamen yang mempertemukan puluhan SSB tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari ekosistem pembinaan sepak bola daerah.
“Sehingga, tentu harapannya suatu saat nanti muncul bibit-bibit atau calon atlet sepak bola Kota Bogor yang handal yang bisa mengharumkan nama Kota Bogor atau Bogor Raya ke kancah nasional maupun kancah internasional,” ujarnya.
Kompetisi ini juga menjadi gambaran tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola usia dini di Kota Bogor. Dengan keterlibatan puluhan sekolah sepak bola, ajang tersebut dinilai mampu menciptakan ruang kompetisi yang sehat sekaligus mempererat hubungan antar-SSB.
Selain melahirkan juara, Bogor Youth League diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi pesepak bola yang memiliki kemampuan, mental bertanding, serta karakter yang kuat. Harapan itu sejalan dengan upaya menghadirkan lebih banyak atlet muda potensial yang dapat mewakili Kota Bogor di berbagai level kompetisi pada masa mendatang.
Editor: IJS










