Api dari Lahan Warga Merembet ke TPAS Galuga, Penanganan Kebakaran Libatkan Banyak Instansi

Petugas gabungan menangani kebakaran di kawasan TPAS Galuga, Bogor. Foto: Harnas.id
Petugas gabungan menangani kebakaran di kawasan TPAS Galuga, Bogor. Foto: Harnas.id

Harnas.id, BOGOR — Kebakaran yang meluas hingga kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga mendapat penanganan cepat dari sejumlah unsur pemerintah dan aparat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama berbagai instansi terkait langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk mengendalikan situasi di lokasi.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, kebakaran tersebut bermula dari api yang muncul di lahan milik masyarakat. Kondisi angin yang cukup kencang kemudian membuat api merembet hingga memasuki kawasan TPAS Galuga.

Menurut Dedie, penanganan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur yang memiliki kapasitas dalam penanggulangan kebencanaan. Tidak hanya perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turun langsung ke lapangan untuk menangani kondisi darurat.

“Alhamdulillah, seluruh potensi untuk penanganan kebencanaan mulai dari Wakil Wali Kota Bogor, BPBD, serta Damkar Kota dan Kabupaten Bogor langsung turun bersama. Kami juga dibantu oleh Lanud Atang Sendjaja serta Komandan Resimen Brimob Kedunghalang yang sudah langsung terjun ke lokasi,” ujar Dedie Rachim di Balai Kota, Selasa (8/9/2026).

Dedie juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian dan TNI yang ikut terlibat dalam penanganan kebakaran. Dukungan tersebut datang dari Polresta Bogor Kota, Polres Kabupaten Bogor, Korem 061/Suryakancana, hingga Kodim 0621.

Keterlibatan lintas sektor tersebut dinilai penting mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan TPAS yang juga menjadi bagian dari aktivitas pengelolaan sampah. Penanganan tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga harus mempertimbangkan akses kendaraan darurat dan alat berat menuju lokasi.

Di sisi lain, kondisi kebakaran turut berdampak pada aktivitas pengangkutan sampah. Pemkot Bogor memutuskan melakukan penyesuaian sementara terhadap operasional armada agar jalur yang digunakan kendaraan penanganan darurat tidak semakin terbebani.

“Untuk pengangkutan sampah, hari ini kita coba pending untuk disesuaikan dengan jadwal masuk kendaraan kedaruratan seperti damkar dan alat berat, sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang panjang,” jelas Dedie.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi kendaraan pemadam kebakaran dan alat berat yang masih dibutuhkan selama proses penanganan. Pemkot Bogor juga mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar jalur menuju kawasan TPAS Galuga agar proses penanganan kebakaran tidak terganggu.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH), Pemkot Bogor memastikan pengaturan ulang jadwal armada pengangkutan sampah mulai diberlakukan pada Rabu (9/9/2026). Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan pemulihan layanan persampahan sekaligus penyelesaian tahapan penanganan darurat di lokasi.

Dengan demikian, aktivitas pengangkutan sampah akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan kendaraan darurat. Pemkot Bogor memastikan penanganan kebakaran tetap menjadi prioritas hingga situasi di kawasan TPAS Galuga kembali terkendali.

Editor: IJS