140 Personel DVI Polri Disiagakan, Identifikasi Korban KM Virgo Dibagi di Jatim dan Kalsel

Tim DVI Polri Disiapkan untuk Proses Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8. Foto: Polri
Tim DVI Polri Disiapkan untuk Proses Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8. Foto: Polri

Harnas.id, JAKARTA – Polri menyiapkan 140 personel Disaster Victim Identification (DVI) untuk menangani proses identifikasi korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Personel tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mengantisipasi temuan korban dalam lanjutan operasi pencarian dan pertolongan.

Kesiapan personel DVI terdiri atas unsur Polda Kalimantan Selatan, Polda Jawa Timur, dan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Mabes Polri. Dari total 140 personel yang disiapkan, sebanyak 66 personel berasal dari Tim DVI Polda Kalimantan Selatan, 56 personel dari Tim DVI Polda Jawa Timur, serta 18 personel dari Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri.

Dari unsur Pusdokkes Mabes Polri tersebut, terdapat empat dokter spesialis forensik. Kehadiran tenaga dengan keahlian forensik menjadi bagian dari kesiapan Polri untuk memastikan proses identifikasi korban dapat dilakukan berdasarkan prosedur dan metode ilmiah.

Selain menyiagakan personel, Polri juga menempatkan lima posko DVI di lokasi yang berkaitan dengan penanganan korban. Posko tersebut tersebar di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Di Jawa Timur, posko DVI berada di:

  • Sumenep.
  • Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
  • Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara di Kalimantan Selatan, posko ditempatkan di:

  • Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
  • Ruang Otopsi Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, penempatan personel dan posko DVI merupakan bagian dari kesiapan Polri menghadapi setiap perkembangan dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8.

Menurut Johnny, kesiapan tersebut diperlukan agar proses identifikasi dapat segera dilakukan ketika korban ditemukan. Penanganan tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga ketelitian agar identitas korban dapat dipastikan secara tepat.

“Tim DVI Polri telah disiagakan di sejumlah titik di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mendukung proses identifikasi korban. Kesiapan ini dilakukan agar apabila ditemukan korban, proses identifikasi dapat segera dilaksanakan secara profesional, tepat, dan sesuai prosedur,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Penempatan posko di sejumlah titik juga memungkinkan proses penanganan disesuaikan dengan lokasi ditemukannya korban. Koordinasi antarwilayah menjadi penting mengingat operasi SAR KM Virgo Transport 8 melibatkan wilayah pencarian yang luas.

Johnny menambahkan, jajaran Dokkes Polri terus berkoordinasi dengan unsur terkait dalam pelaksanaan identifikasi. Koordinasi tersebut mencakup kesiapan posko antemortem dan postmortem yang menjadi bagian dari mekanisme kerja tim DVI.

Data antemortem berkaitan dengan informasi korban sebelum meninggal yang dapat digunakan sebagai pembanding. Sementara proses postmortem dilakukan melalui pemeriksaan terhadap jenazah atau bagian tubuh korban yang ditemukan untuk memperoleh data identifikasi.

“Polri memastikan dukungan Dokkes dan DVI tetap siap mengikuti perkembangan operasi SAR. Seluruh proses identifikasi akan dilakukan dengan mengedepankan ketelitian, akurasi, dan penghormatan terhadap korban serta keluarga,” katanya.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari tahapan penanganan korban setelah proses pencarian di lapangan. Setiap korban yang ditemukan akan ditangani sesuai prosedur, termasuk melalui proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.

Polri memastikan personel DVI dan seluruh fasilitas pendukung tetap disiagakan mengikuti perkembangan operasi SAR KM Virgo Transport 8. Penyesuaian kekuatan dan dukungan di lapangan akan dilakukan berdasarkan kebutuhan serta hasil pencarian korban.

Editor: IJS