Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Penguatan Perlindungan Anak melalui Kolaborasi IKIAD dan KPAID

Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menghadiri talkshow yang diselenggarakan IKIAD, KPAID Kota Bogor di Aula Serbaguna DPRD Kota Bogor, Jumat (9/10/2026). Foto: Istimewa

Harnas.id, BOGOR – Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil, menghadiri talkshow bertajuk “Bekal untuk Anak, Perlindungan untuk Masa Depan” yang diselenggarakan melalui kolaborasi Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD) Kota Bogor dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor di Aula Serbaguna DPRD Kota Bogor, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan anak dari berbagai ancaman, mulai dari kekerasan seksual, perundungan (bullying), pergaulan berisiko, hingga dampak negatif dunia digital.

Dalam sambutannya, Adityawarman mengapresiasi inisiatif IKIAD dan KPAID Kota Bogor yang telah menghadirkan ruang diskusi dan edukasi mengenai perlindungan anak. Menurutnya, upaya mempersiapkan generasi penerus bangsa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, organisasi masyarakat, hingga pemerintah.

“Untuk menyiapkan anak kita menjadi generasi terbaik, generasi masa depan, generasi Indonesia Emas 2045, diperlukan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Kami mengapresiasi sinergi dan kolaborasi Ibu-Ibu pada pagi hari ini,” ujar Adityawarman.

Ia menegaskan, DPRD Kota Bogor berkomitmen mendukung berbagai upaya untuk memperkuat perlindungan anak. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pengesahan peraturan daerah tentang Kota Layak Anak dan Perlindungan Anak pada Agustus 2026.

Adityawarman berharap regulasi tersebut dapat diimplementasikan secara konkret sehingga memberikan dampak nyata terhadap keamanan, pendidikan, serta tumbuh kembang anak-anak di Kota Bogor.

Menurutnya, keberadaan peraturan daerah harus diiringi dengan pengawasan dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar upaya perlindungan anak dapat berjalan optimal.

“Kita kawal bersama agar perda ini tidak sekadar menjadi dokumen, tetapi menjadi langkah nyata untuk memberikan perlindungan, lingkungan yang mendukung, serta pendidikan dan bekal terbaik bagi anak-anak kita di masa yang akan datang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua IKIAD Kota Bogor, Nora Purbo Utami, menyampaikan apresiasi kepada KPAID dan DPRD Kota Bogor atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Nora menjelaskan, talkshow ini merupakan kegiatan pertama yang dipersembahkan IKIAD bagi masyarakat Kota Bogor. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar manfaat organisasi dapat dirasakan tidak hanya oleh anggota, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Menurut Nora, tema “Bekal untuk Anak, Perlindungan untuk Masa Depan” relevan dengan berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini. Bekal bagi anak, jelasnya, tidak hanya mencakup pendidikan formal, tetapi juga kasih sayang, penanaman nilai-nilai kehidupan dalam keluarga, serta perlindungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama talkshow dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan orang tua, lanjut Nora, adalah membangun komunikasi terbuka dengan anak. Melalui komunikasi yang baik, anak diharapkan merasa aman untuk mengungkapkan perasaan, menceritakan persoalan yang dihadapi, serta meminta bantuan ketika berada dalam situasi yang tidak nyaman.

“Ketika ada permasalahan anak, jangan menunggu orang lain untuk mengatasi. Kita mulai dari diri kita. Coba kita dengarkan anak, coba kita buka komunikasi, dan kemudian bangun perlindungan yang dibutuhkan oleh anak,” tutur Nora.

Melalui kegiatan ini, IKIAD dan KPAID Kota Bogor berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak semakin meningkat. Peran aktif orang tua, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan serta persoalan yang dapat mengancam keamanan dan menghambat perkembangan anak.

Kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah diharapkan dapat terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Editor: Erk