Sambut KMI 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tegaskan Komitmen Memperkuat Ekosistem Musik Indonesia

Harnas.id – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat dan mendorong kedaulatan ekosistem musik nasional.

Pernyataan ini disampaikan menjelang gelaran Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Makasar pada 27 Oktober hingga 1 November 2026.

KMI 2026 mengusung tema “Gerak Seirama” dengan misi utama mengimplementasikan ekosistem musik Indonesia yang berdaulat. Fadli Zon menekankan pentingnya menjadikan musik karya anak bangsa sebagai tuan rumah di negerinya sendiri ketimbang didominasi oleh musik asing.

“Musik Indonesia pertama-tama harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan musik dari luar, apakah musik Korea, musik India, atau musik Arab. Kita bersyukur berdasarkan statistik 80 persen orang Indonesia sekarang ini mendengarkan musik Indonesia. Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa, artinya kita tidak menjadi pasar dari produk-produk musik lain,” ujar Fadli Zon, Selasa (13/10/2026) dalam Taklimat Media Konferensi Musik Indonesia.

Ia juga menambahkan bahwa langkah pemajuan kebudayaan, termasuk di ranah seni musik, merupakan bagian dari pelaksanaan mandat konstitusi yang tertuang dalam Pasal 32 Ayat 1 dan 2 UUD 1945 serta diturunkan melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban kita dengan menjamin masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Dari sepuluh objek pemajuan kebudayaan, seni musik saya kira adalah salah satu yang paling kaya karena Indonesia memiliki cultural megadiversity dari 1.340 etnis yang masing-masing mempunyai musik dan karakternya sendiri,” jelasnya.

Dukungan Penuh dari Pelaku Seni dan Musisi

Antusiasme menyambut perhelatan akbar ini juga turut disuarakan oleh para musisi tanah air. Andi Fadly Arifuddin
Staf Ahli Wali Kota Makasar yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan dukungan penuh atas penunjukan Kota Makassar sebagai tuan rumah KMI 2026.

Menurut Fadly, Makasar merupakan salah satu kota yang sangat penting di kawasan Indonesia timur. Ia menyatakan bahwa pertemuan bersama Wali Kota Makassar untuk membahas persiapan konferensi musik ini telah membuka banyak peluang luas.

“Makasar, seluruh masyarakat Makasar, serta pemerintah kota Makasar, siap menjadi tuan rumah yang baik untuk Konferensi Musik Indonesia,” ungkap Fadli dengan penuh semangat, yang kemudian disusul dengan persembahan lagu pendek di atas panggung.

Rincian Pelaksanaan KMI 2026

Gelaran yang dipusatkan di Hotel Claro dan situs bersejarah Fort Rotterdam ini ditargetkan menghadirkan sekitar 1.500 delegasi dari berbagai elemen ekosistem musik, mulai dari pencipta lagu, musisi, produser, hingga perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Rangkaian acara KMI 2026 akan diisi dengan delapan konferensi besar, 12 sesi paralel, pembahasan 25 kluster isu strategis, festival, showcase, serta penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC).

Adapun isu-isu krusial yang dibahas mencakup perlindungan hak cipta dan tata kelola royalti, adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital, pendidikan musik dan pengembangan talenta, hingga penguatan infrastruktur serta tata kelola ruang pertunjukan.

Baca Juga: Ikon Kota, Menuju Cagar: Status Tugu Kujang Masih Tertahan Usia

Melalui helatan ini, pemerintah bersama para musisi berharap seluruh rekomendasi strategis dapat terwujud secara nyata demi meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni dan memperkokoh industri musik tanah air.