
Harnas.id, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat komunikasi publik dan pemanfaatan teknologi digital untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat nasional yang potensinya diperkirakan mencapai Rp327 triliun.
Managing Director Danantara, Rohan Hafas, mengatakan penguatan kepercayaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mendorong lebih banyak umat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.
Hal itu disampaikan Rohan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 13–15 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.
Menurut Rohan, pengenalan masyarakat terhadap BAZNAS perlu diikuti dengan keyakinan bahwa zakat yang disalurkan dikelola secara amanah dan memberikan manfaat bagi penerimanya.
“Jadi, mungkin idenya adalah berkomunikasi dengan masyarakat dalam hal zakat ini, terutama untuk menumbuhkan kepercayaan, bukan sekadar pengetahuan,” ujar Rohan, Rabu (14/10/2026).
Ia menilai, komunikasi yang efektif dapat membantu masyarakat memahami peran BAZNAS sekaligus meningkatkan keyakinan untuk menyalurkan zakat melalui lembaga tersebut.
Selain komunikasi publik, pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat menjadi bagian dari strategi penghimpunan zakat. Upaya ini perlu disertai penyampaian informasi yang jelas mengenai pengelolaan dan pemanfaatan dana zakat agar masyarakat memperoleh gambaran tentang dampak penyalurannya.
Dorong Kolaborasi dengan Keuangan Syariah
Rohan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara BAZNAS dan sektor keuangan syariah, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI). Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat peran keuangan sosial Islam dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan.
Menurut dia, pengelolaan zakat juga perlu diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan, termasuk dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya berfungsi membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik atau penerima zakat, tetapi juga berpotensi mendukung peningkatan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi mereka.
Program pemberdayaan menjadi salah satu aspek penting agar manfaat zakat dapat dirasakan dalam jangka panjang. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan perencanaan, pendampingan, dan pengelolaan yang tepat sesuai kebutuhan penerima.
Danantara Siap Dukung Promosi BAZNAS
Rohan menyatakan kesediaannya untuk turut mendukung upaya promosi BAZNAS guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat tersebut.
Ia berharap komunikasi yang lebih efektif dapat memperkuat keyakinan publik untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
“Tidak ingin menggurui, tapi mungkin nanti saya juga bantu untuk sisi bagaimana kita mempromosikan BAZNAS ini dalam arti supaya lebih dipercayai untuk menjadi satu-satunya penyalur zakat umat,” kata Rohan.
Penguatan kepercayaan publik, strategi digital, serta kolaborasi dengan sektor keuangan syariah menjadi sejumlah hal yang disoroti dalam upaya mengoptimalkan potensi zakat nasional. Dengan pengelolaan yang transparan dan program yang tepat sasaran, zakat diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Editor: IJS










