Harnas.id, BOGOR – Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 segera memasuki tahap fisik setelah proses persiapannya mendekati tahap akhir. Pemerintah Kota Bogor memastikan peletakan batu pertama atau ground breaking fasilitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 September 2026.
Kepastian jadwal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Nani Hendiarti setelah memimpin rapat koordinasi bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Rapat tersebut juga dihadiri perwakilan Danantara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, serta Waasintel Kasad. Pertemuan difokuskan pada finalisasi kesiapan lahan sekaligus pembahasan keterkaitan proses perizinan yang diperlukan sebelum pembangunan PSEL Bogor Raya 1 dimulai.
Bagi Pemkot Bogor, percepatan pembangunan PSEL menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menghadapi persoalan pengelolaan sampah di kawasan Bogor Raya. Fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengolahan akhir, tetapi juga mengubah sampah menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan keberhasilan pembangunan PSEL membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait dinilai menjadi bagian penting agar tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
“PSEL Bogor Raya 1 ini menjadi bagian penting dari upaya kita menghadirkan solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Kota Bogor terus mendukung dan memastikan seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah dapat berjalan dengan baik,” ujar Dedie Rachim.
Menurut Dedie, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun infrastruktur pengolahan. Sistem pengelolaan yang efektif juga membutuhkan komitmen bersama agar penanganan sampah dapat berlangsung secara modern dan berkelanjutan.
“Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah menjadi energi,” katanya.
Konsep tersebut menjadi salah satu alasan pembangunan PSEL Bogor Raya 1 dipandang penting bagi kawasan Bogor Raya. Sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan diarahkan untuk masuk ke dalam sistem pengolahan yang menghasilkan energi, sehingga memiliki nilai manfaat lebih lanjut.
Pemkot Bogor berharap dimulainya pembangunan PSEL Bogor Raya 1 dapat membuat penanganan sampah di kawasan Bogor Raya berjalan lebih terintegrasi. Dalam jangka panjang, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu bagian dari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dari sisi teknis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Rudy Mashudi menyebut persiapan telah dilakukan bersama DLH Kabupaten Bogor. Koordinasi tersebut sudah berlangsung selama beberapa bulan dan kini diarahkan untuk memastikan seluruh kebutuhan menjelang ground breaking terpenuhi.
“Tahapan sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu dan saat ini memasuki tahap-tahap akhir untuk persiapan ground breaking,” ucapnya.
Dengan jadwal ground breaking yang telah ditetapkan, perhatian berikutnya berada pada penyelesaian kesiapan lahan dan berbagai aspek perizinan. Koordinasi lintas instansi akan menjadi bagian penting sebelum proyek PSEL Bogor Raya 1 memasuki tahapan pembangunan setelah peletakan batu pertama.
Editor: IJS











