
Harnas.id, JAKARTA – Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA mengalami perubahan susunan direksi pada Oktober 2026. Abdul Hakim ditetapkan sebagai Direktur Utama menggantikan Benny Siga Butarbutar, berdasarkan pemberitaan yang terbit pada Kamis (15/10/2026).
Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada posisi pucuk pimpinan. Sejumlah jabatan strategis lain juga mengalami pergeseran, termasuk bidang pemberitaan, pengembangan bisnis, serta teknologi informasi.
Susunan Direksi Baru ANTARA
Dalam susunan terbaru yang diberitakan ANTARA, terdapat lima posisi direksi dengan pembagian tanggung jawab sebagai berikut:
- Direktur Utama: Abdul Hakim.
- Direktur Pemberitaan: Delvira Chaerani Hutabarat.
- Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis: Virgandhi Prayudantoro.
- Direktur SDM dan Teknologi Informasi: Rachmat Hidayat.
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Aria Bimo Setyo Pramono.
Perubahan ini memperlihatkan adanya penataan ulang pada sejumlah fungsi penting perusahaan, mulai dari pengelolaan organisasi hingga operasional pemberitaan dan pengembangan bisnis.
Tantangan Kepemimpinan Baru
Pergantian direksi berlangsung ketika industri media menghadapi perubahan pola konsumsi informasi, persaingan platform digital, serta tuntutan masyarakat terhadap kecepatan dan akurasi berita.
Sebagai kantor berita nasional, ANTARA memiliki peran strategis dalam menyediakan informasi bagi media massa, lembaga pemerintah, dan masyarakat. Karena itu, kepemimpinan baru menghadapi tantangan untuk menjaga kredibilitas pemberitaan sekaligus menyesuaikan perusahaan dengan perkembangan industri media.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta jajaran direksi baru membawa perubahan positif bagi perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikan seusai kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke ANTARA Heritage Center, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Saleh berharap kepemimpinan baru dapat menghadirkan terobosan yang bermanfaat bagi perkembangan perusahaan dan memperkuat kontribusi ANTARA bagi bangsa dan negara.
Perubahan susunan direksi ini menjadi momentum bagi ANTARA untuk memperkuat perannya sebagai kantor berita nasional di tengah perkembangan teknologi dan dinamika ekosistem informasi.
Editor: IJS










