Perkuat Penanganan Karhutla, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Operasi Taktis di Sumatera Selatan

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi berkomunikasi dengan pilot saat meninjau karhutla wilayah Sumatra Selatan dari udara menggunakan helikopter BNPB, Minggu (18/10).

Harnas.id, JAKARTA – Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi bertolak ke Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/10/2026), untuk memimpin langkah taktis penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah ini dilakukan beberapa hari setelah dirinya dilantik sebagai Kepala BNPB pada Kamis (15/10/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan penanganan karhutla berjalan efektif, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengidentifikasi kebutuhan daerah dalam upaya pengendalian dan pemadaman kebakaran.

Kepala BNPB bertolak menuju Palembang bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani serta sejumlah pejabat BNPB.

“Pagi tadi, setelah mendapat arahan dari Bapak Presiden, saya mendapat informasi untuk bergerak ke Palembang. Ini menjadi kegiatan awal setelah saya dilantik kemarin. Hari ini kami langsung bergerak untuk memimpin penanganan karhutla di Sumatera Selatan dan wilayah lain yang terdampak,” ujar Kristomei sebelum bertolak ke Palembang.

Ia menegaskan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mengevaluasi kondisi di lapangan, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan pemerintah daerah agar penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengendalikan karhutla. Dukungan yang diperlukan mencakup personel, teknologi, serta operasi udara yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Kami ingin memastikan upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk mengendalikan dan memadamkan karhutla. Kami juga perlu mengetahui apa yang dibutuhkan daerah dari pusat, sekaligus memastikan dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jika daerah membutuhkan bantuan, baik teknologi, gugus tugas, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), maupun penanganan khusus lainnya, harus segera disiapkan dan dikoordinasikan secara optimal,” jelasnya.

Dalam operasi taktis tersebut, Kepala BNPB didampingi Kepala BMKG untuk memperkuat analisis kondisi cuaca dan persebaran titik panas (hotspot), termasuk mengevaluasi efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Sejumlah pejabat BNPB turut mendampingi, yakni Direktur Penanganan Pengungsi dan Pemulihan Reintegrasi (PRR), Direktur Komando Pengendalian Operasi (Kordalops), serta Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (PusdatinKK).

Rombongan bertolak dari Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, menggunakan pesawat CN-295 VIP pada pukul 11.00 WIB.

Setibanya di Palembang, Kepala BNPB dijadwalkan memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Satuan Tugas (Satgas) Daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, unsur TNI/Polri, dan BPBD setempat. Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung di Lanud Sri Mulyono Herlambang pada pukul 13.30 WIB.

Pembahasan difokuskan pada evaluasi pemantauan titik panas, efektivitas pemadaman melalui jalur darat dan udara, termasuk water bombing dan OMC, serta penguatan komando lintas sektor di wilayah prioritas penanganan.

Melalui koordinasi tersebut, seluruh unsur diharapkan dapat bergerak secara terpadu dengan dukungan data dan informasi terkini sehingga upaya pengendalian karhutla dapat dilaksanakan secara lebih efektif.

“Tim yang berangkat hari ini akan langsung mengecek situasi di lapangan, memastikan koordinasi lintas sektor berjalan, dan mengambil langkah-langkah cepat yang diperlukan dalam penanganan darurat di Sumatera Selatan,” tegas Kristomei.

Pada pukul 15.00 WIB, Kepala BNPB bersama rombongan dijadwalkan meninjau lokasi karhutla secara langsung. Peninjauan direncanakan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter patroli di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta melalui jalur darat di kawasan Talang Jambi.

Peninjauan tersebut bertujuan memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi wilayah terdampak sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.

Kehadiran Kepala BNPB di Sumatera Selatan merupakan bagian dari upaya memperkuat kendali operasi dan memastikan penanganan karhutla dilaksanakan berdasarkan kondisi aktual serta kebutuhan daerah. Dukungan pemerintah pusat akan terus diselaraskan dengan langkah pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait agar pengendalian kebakaran berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif.

Setelah menyelesaikan rangkaian rapat koordinasi dan peninjauan lapangan, Kepala BNPB beserta rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Minggu malam.

(BNPB)