Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo Korban Heli Mi-17V5 Dievakuasi, Pemakaman Digelar di Trenggalek

Harnas.id, JAKARTA – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo, salah satu korban kecelakaan helikopter Mi-17V5 HA-5232 di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Jenazah selanjutnya dipersiapkan untuk dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Sertu Anumerta Heri Prasetyo merupakan satu dari tiga personel TNI AD yang gugur saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Proses evakuasi jenazah berlangsung pada Jumat (6/11/2026) pukul 09.15 WIB.

Dari lokasi penemuan, jenazah dibawa menggunakan speedboat milik Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung untuk menjalani proses persiapan pemulangan.

Pemulangan jenazah menuju Kediri dijadwalkan pada Sabtu (7/11/2026). Penjadwalan tersebut mempertimbangkan kebutuhan waktu untuk persiapan jenazah serta kondisi cuaca buruk di wilayah Seruyan yang belum memungkinkan dilaksanakannya penerbangan.

Sesuai rencana, pesawat Casa 212 dengan nomor registrasi A-9135 akan membawa jenazah dari Seruyan menuju Bandara Kediri. Setibanya di Kediri pada pukul 10.45 WIB, jenazah akan disambut melalui upacara militer yang dipimpin Komandan Kodim Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah.

Setelah prosesi penyambutan, jenazah akan dibawa menuju rumah duka di Dusun Jatirejo, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Danpuspenerbad Mayjen TNI M. Masrukin dijadwalkan memimpin upacara persemayaman di rumah duka pada pukul 13.00 WIB.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum, upacara pemakaman militer dijadwalkan berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek pada pukul 14.00 WIB. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto akan bertindak sebagai inspektur upacara.

Kepala BNPB dan Kasad Berikan Penghormatan Terakhir

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memberikan penghormatan terakhir kepada dua prajurit TNI AD yang gugur dalam operasi penanggulangan karhutla. Prosesi tersebut berlangsung di Semarang, Kamis (5/11/2026).

Kristomei bertolak ke Semarang setelah menghadiri kegiatan penerimaan bantuan pemadaman karhutla dari Pemerintah Australia di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kehadirannya merupakan bentuk penghormatan BNPB kepada para personel yang gugur ketika menjalankan tugas melindungi masyarakat dan lingkungan.

Di Lanumad Ahmad Yani, Kepala BNPB bersama Kasad mengikuti prosesi penyambutan jenazah Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar. Keduanya juga memberikan penghormatan kepada Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, yang jenazahnya selanjutnya diberangkatkan menuju Bandung.

Sebelum dimakamkan, jenazah Kapten Nurhafiz disalatkan di Masjid Attaqwa, Kompleks Penerbad, Semarang. Selanjutnya, upacara pemakaman militer dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal dengan Kasad bertindak sebagai inspektur upacara. Kepala BNPB turut hadir dalam prosesi tersebut.

BNPB menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya para prajurit serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Pengabdian mereka menjadi bentuk nyata perjuangan kemanusiaan dalam penanggulangan karhutla sekaligus upaya melindungi keselamatan masyarakat.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Tandyo, sebagaimana dikutip dari keterangan pers TNI AD.

Para prajurit tersebut gugur saat menjalankan misi pemadaman karhutla menggunakan helikopter Mi-17V5 milik TNI AD yang mengalami kecelakaan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Penghormatan terakhir di Semarang dan persiapan pemulangan jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian para prajurit kepada bangsa dan negara. Bagi BNPB dan keluarga besar TNI AD, peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan personel yang bertugas di garis depan penanggulangan bencana.

Editor: Erk