Bangkitkan Usaha Lokal Demak, BNPB dan Undip Berikan Bantuan Stimulan dan Pendampingan Pascabencana

Penyerahan stimulan kepada empat kelompok masyarakat ini dilaksanakan pada Jumat (23/10) di Kantor Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sebagai bagian dari Program Pembinaan Pendampingan Ekonomi Kelompok Masyarakat Daerah Pascabencana Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2026. Foto: BNPB

Harnas.id, DEMAK — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) mendorong pemulihan dan kemandirian ekonomi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Upaya ini dilakukan melalui pemberian bantuan stimulan dan pendampingan kepada empat kelompok masyarakat untuk memperkuat produktivitas usaha berbasis potensi dan kearifan lokal.

Melalui Direktorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial Ekonomi dan Lingkungan Hidup (RRSELH), BNPB berharap penguatan usaha tersebut dapat membangun ketahanan ekonomi lokal serta mendukung pemulihan penghidupan masyarakat pascabencana.

Penyerahan bantuan stimulan kepada empat kelompok masyarakat dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) di Kantor Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pembinaan Pendampingan Ekonomi Kelompok Masyarakat Daerah Pascabencana Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2026.

Program tersebut melanjutkan pendampingan ekonomi yang telah dilaksanakan pada 2025. Fokusnya adalah memastikan hasil pemulihan dapat berkembang menjadi usaha produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Direktur RRSELH BNPB, Luqmanul Hakim, S.T., M.T., menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana perlu diukur dari dampak nyata intervensi terhadap masyarakat penerima manfaat, termasuk penguatan kondisi ekonomi mereka.

“Oleh karena itu, diharapkan keberlanjutan program ini dapat difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Demak dan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Luqmanul.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya menyediakan sarana dan peralatan usaha, tetapi juga dirancang untuk memperkuat kelembagaan dan manajemen usaha kelompok masyarakat.

“Pendampingan lanjutan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi legalitas usaha dan produk, pengembangan akses pasar, serta penyusunan rencana keberlanjutan usaha atau business continuity plan,” ujar Luqmanul.

Empat Kelompok Masyarakat Penerima Manfaat

Empat kelompok yang menerima manfaat program ini adalah Kelompok Karya Mandiri Sejahtera di Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar; Kelompok Sami Rukun Sejahtera di Desa Wonoagung, Kecamatan Karangtengah; serta Kelompok Sumber Rezeki dan Kelompok Ngudi Makmur di Desa Loireng, Kecamatan Sayung.

Tiga kelompok mengembangkan usaha budidaya dan penggemukan kepiting menggunakan sistem Crab House. Sementara itu, kelompok lainnya mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan berupa kerupuk ikan serta industri keripik pisang.

Bantuan stimulan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi aktual setiap kelompok. Penentuan jenis dukungan dilakukan melalui koordinasi, survei lapangan, diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD), serta verifikasi kebutuhan. Langkah ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Usaha

Pada sektor pengolahan hasil perikanan, Kelompok Karya Mandiri Sejahtera mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas pengemasan produk. Bantuan berupa peralatan pendukung produksi dan pengemasan, seperti exhaust, plastik kemasan, dan alat penyegel kemasan (sealer).

Kelompok ini juga memperoleh fasilitasi pengembangan desain kemasan dan identitas merek, serta pendampingan pengurusan legalitas usaha dan produk. Fasilitasi tersebut mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, dan perlindungan merek sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, bagi kelompok pembudidaya kepiting, dukungan diarahkan untuk mengatasi sejumlah kendala produksi, terutama ketersediaan bibit, pengelolaan air, dan kapasitas sarana budidaya.

Kelompok Sami Rukun Sejahtera direncanakan mendapatkan dukungan berupa bibit kepiting lokal, peningkatan kapasitas penampungan air, pompa, sistem filtrasi dan aerasi, serta perbaikan jaringan pendukung budidaya.

Kelompok Sumber Rezeki mendapatkan dukungan untuk mempermudah distribusi air ke lokasi usaha. Dukungan tersebut mencakup sarana pengangkut air, pompa, jaringan perpipaan, bibit kepiting lokal, dan fasilitas penyimpanan pakan.

Adapun Kelompok Ngudi Makmur diarahkan untuk meningkatkan kapasitas budidaya melalui penguatan ketersediaan bibit, penambahan kapasitas penampungan air, pengembangan sarana Crab House, serta penyediaan fasilitas penyimpanan pakan.

Perkuat Pendampingan dan Akses Pasar

Camat Karangtengah, Maftukhah Kurniawati, S.H., M.H., berharap kelompok penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan secara maksimal sehingga usaha yang dikembangkan mampu memberikan hasil nyata dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Demak.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., menyampaikan bahwa Undip akan melanjutkan dukungan melalui program pengabdian kepada masyarakat untuk memperkuat perekonomian warga.

Ke depan, keempat kelompok masyarakat tersebut diarahkan untuk menjadi mitra Koperasi Desa Merah Putih dalam pemasaran produk. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha yang dikembangkan.

Langkah tersebut penting agar kelompok masyarakat tidak hanya mampu menjalankan kegiatan usaha selama program berlangsung, tetapi juga dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya secara mandiri setelah pendampingan berakhir.

Penguatan rantai pasok, ketersediaan bahan baku, kualitas produksi, dan akses pasar menjadi bagian penting dalam membangun usaha lokal yang lebih tangguh terhadap berbagai tantangan.

Melalui Program Pembinaan Pendampingan Ekonomi Tahun Anggaran 2026, BNPB dan Undip berharap penguatan usaha kelompok masyarakat di Kabupaten Demak dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan, membuka peluang pengembangan usaha lokal, serta mendukung pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.

Pemulihan pascabencana pada akhirnya tidak hanya diukur dari pulihnya kondisi fisik wilayah, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk kembali produktif, memperkuat sumber penghidupan, dan membangun ketahanan ekonomi dalam jangka panjang.

Editor: Erk